Mie Atep Belitung
Lokasi
Rumah Makan Mie Atep ini disekitaran bunderan pusat kota Tanjung Pandan, hampir
semua warga Tanjung pandan pasti tau lokasinya. Bentuk tokonya sih gak mirip
sebuah rumah makan, sekilas mirip sebuah toko. Selesai makan lanjut untuk beli
oleh-oleh disepanjang jalan dekat rumah makan Mie Atep ini. Harga untuk
oleh-oleh relatif murah sekitar 10-30rb sajaa *ga bisa dinego hehehe :D :D
Setelah selesai beli oleh-oleh lanjut untuk mencicipi Soto khas Belitung dan nongkrong di warung Kopi :)
Soto khas Belitung
Nongkrong cantik sambil minum kopi
Destinasi
selanjutnya adalah Danau Kaolin. Danau Kaolin adalah sebuah danau yang memiliki
warna daratan yang putih bersih dan air yang berwarna biru menyala. Danau ini
bukan berasal dari kawah gunung seperti Danau Kawah Putih Ciwidey, danau ini
terbentuk dari bekas pertambangan Kaolin. Sedikit informasi, Kaolin adalah
suatu mineral sebagai bahan industry seperti kosmetik, keras, makanan dan
kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat serta daya hantar
listik dan daya hantar panas yang rendah.
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Pemandangan
yang begitu mempesona sepanjang mata
yang melihat, di danau ini tidak ada bau belerang dan membuat pengunjung
betah untuk berlama-lama di danau ini. Bagi yang hobi akan photography disini
adalah tempat yang paling cocok untuk mencari obyek-obyek shoot. Perpaduan
warna biru airnya dan dinding-dinding batu yang berwarna putih bak salju
menjadi perpaduan yang sangat menakjubkan. Bahkan di danau ini sering digunakan
sebagai tempat prewed. Untuk berkunjung ke danau ini lebih nyaman waktu pagi
hari ataupun sore, karena siang hari panas dan tidak ada pohon disekitar danau
tersebut. Oh ya, lokasi danau kaolin ini terletak di Desa Air Raya Tanjung
Pandan, Belitung dekat dengan Bandara Tanjung Pandan sekitar 10 menit untuk
sampai ke Danau Kaolin.
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Danau Kaolin
Berhubung
terik matahari hari ini sangat panas, kita bergegas untuk mengantarkan teman
kita Andy ke Bandara Tanjung Pandan *sedih sih ditinggal satu orang L L.
Setelah sampai ke Bandara Tanjung Pandan Andi langsung check in, dan kita
berpisah deh sampai disini *byebye Andi, see you next time ya bro J J
Yah
kita tinggal 4 orang sekarang dan kita lanjut destination ke Rumah Adat
Belitung. Rumah Adat Belitung ini
terletak di kota Tanjung Pandan, tepatnya di Jl. Ahmad Yani persis di samping
Kantor Bupati Belitung. Rumah Adat ini berbentuk rumah panggung dan merupakan
rekonstruksi dari rumah gede yang sebagian besar ornamennya terbuat dari kayu.
Rumah ini terdiri dari tiga bagian yakni ruang utama, loss dan dapur. Setelah
menaiki tangga yang ada di bagian depan rumah, pengunjung akan menjumpai sebuah
teras. Setelah melewati teras, pengunjung akan memasuki ruang utama. Di ruang
utama ini, pengunjung akan melihat aneka ornament rumah Kash Belitung. Salah
satunya ada baju adat pengantin dan
terdapat sebuah kamar pengantin berukuran kecil. Lantai diruangan utama
ditutupi oleh tikar, dan memang ciri khas rumah-rumah di Belitung lantainya
ditutupi tikar.
Rumah
Adat Belitung mulai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan tahun 2009 oleh
Bupati Belitung Darmansyah Husain. Suasana kayu sangat terasa
dan hampir semua bagian dari rumah adat ini terbuat dari kayu bulin yang
terkenal kuat dan tahan lama.
Rumah Adat Belitung
Rumah Adat Belitung
Alat Tradisional di Rumah Adat Belitung
Nina Bobok-in anak dulu :D
Alat Tradisional Belitung
Rumah Adat Belitung
Rumah Adat Belitung
Tak
terasa waktu sudah sore sekitar pukul 14.00, kita ingin mengejar sunset di
Pantai Bukit Berahu. Berhubung di saat itu baterai handphone sudah pada
sekarat, akhirnya kita menggunakan GPS aliasn Gunakan Penduduk Setempat *ada
pepatah malu bertanya sesat dijalan hehehe :D :D, oke kita lanjut dan setelah
1jam kita sempat nyasar sampai ke Pantai Tanjung Tinggi, kemudian kita tanya
arah ke Bukit Berahu dan kata warga situ sekitar 25KM lagi *kita langsung
shock. Karena rasa penasaran kita terlalu tinggi, dan beberapa kali tanya warga
sekitar akhirnya kita tiba di Bukit Berahu. Pantai Bukit berahu berada agak
sembunyi di kaki Bukit Berahu, yang bisa diakses dengan menuruni undakan landai
yang jumlahnya tak kurang dari 96 buah. Sebelum menemukan lokasi Pantai Bukit
Berahu ini, kita akan berjumpa Kampung Nelayan Bugis Tanjung Binga. Jarak dari
Kampung Nelayan Bugis Tanjung Binga ke Pantai Bukit Berahu ini hanya sekitar
750 m, ke arah selatan, masih di desa yang sama, yaitu Desa Tanjung Binga. Desa
Tanjung Binga ini terkenal sebagai pemasok buah durian di Belitung. Suasa
sangat sepi seperti tak berpenghuni, maklum bukan akhir pekan. Panjang Pantai
Bukit Berahu boleh dikatakan pendek, sehingga berada disini bak milik pantai
pribadi. Bisa dibayangkan betapa romantisnya suasana ketika malam tiba, kerlip
bintang dan cahaya bulan menghias angkasa serta kerlap-kerlip lampu-lampu
perahu nelayan yang tengah mencari ikan.
Sambil
duduk-duduk menikmati Sunrise di Pantai ini, terhembus angin pantai yang
sepoi-sepoi. Oh ya, di Pantai ini ada penginapan ya semacam gazebo gitu.
Jalanan menuju Pantai Bukit Berahu
Anak Tangga menuju Pantai Bukit Berahu
Sunset Pantai Bukit Berahu
Sunset Pantai Bukit Berahu
Sunset Pantai Bukit Berahu
Sunset Pantai Bukit Berahu
Homestay di Pantai Bukit Berahu
Matahari
pun mulai terbenam menandakan kita harus beranjak dan itu artinya kita harus
siap-siap untuk bergegas pulang ke penginapan. Walaupun jarak pulang tidak jauh
beda waktu pas berangkat tadi, kita tetap nyasar hehehe dan nyasarnya sampai
Pantai Tanjung Pendam hahaha *namanya itung-itung pengalaman heheeh :D, ga lama
sekitar 45menit akhirnya kita sampai di penginapan. Langsung cuss mandi, karena
kita janjian juga sama 2 orang kemarin lagi mau makan bareng hehehe. Udah siap
dan cuss jemput mereka di Hotel dan kita cari makan di dekat sekitaran bunderan
pusat kota Tanjung Pandan. Kali ini kita mencoba makanan khas Belitung lagi
yaitu Sup Burung Wallet dan pampi *pampi ini kalo di Jakarta semacam Kweatiau
tapi enaaaak :D
Sup Burung Wallet
Nasi Pampi
Makan
sambil ngobrol kesana kemari, ngerencanain next trip lagi, bercanda satu sama
lain membuat suasana semakin akrab. Sedih sebenarnya karena ini malam terakhir
kita disini, karena besok kita harus balik ke asal masing-masing. Setelah
selesai makan sebelum pulang kita foto di depan Batu Besar. Batu besar ini
adalah lambing yang khas di kota Tanjung Pandan.
Foto Depan Batu Satam
Foto Depan Batu Satam
Foto Depan Monumen Belitung
Selesai
foto kita pulang dan mengantarkan dua orang ini untuk kembali ke penginapan
mereka dan kita melanjutkan kuliner dengan mencoba Hoklopan. Hoklopan ini
semacam martabak terang bulan yang ada di Jakarta, karena kita penasaran
bagaimana rasanya makan asli dari khas Belitung ini. Setelah itu kita pulang ke
penginapan.
Hoklopan
Sampai
di penginapan, kita mandi dan packing-packing cantik buat besok pulang ke
Jakarta sambil menikmati hoklopan ini, ternyata rasanya jauh lebih enak di
Belitung euuuum yummmyy :D
Setelah
itu kita saling tukeran foto dan ngobrol-ngobrol sampai kita pun tertidur
karena pesawat kita besok jam 06.30 pagi.
Cost Hari Ketiga :
Items Cost/Day Days Total
Budget Parkir Rp 20,000 1 Rp 20,000
Mie Atep Rp 60,000 1 Rp 60,000
Makan Siang Rp 108,000 1 Rp 108,000
Total : Rp 188,000/5 = Rp 37,600 *before Andi pulang
Items Cost/Day Days Total
Tips Rumah Adat Rp 20,000 1 Rp 20,000
Pantai Bukit Berahu Rp 10,000 1 Rp 10,000
Makan Malam Rp 102,000 1 Rp 102,000
Hoklopan Rp 20,000 1 Rp 20,000
Tambahan Fuel Rp 16,000 1 Rp 16,000
Kamar Hari Ketiga Rp 200,000 1 Rp 200,000
Total : Rp 368,000/4 = Rp 92,000 *after Andi pulang
Total Hari Ketiga : Rp 37,600 + Rp 92,000 = Rp 129,600
Hari Keempat (18 Agustus 2015)
Tibalah
kita dihari terakhir, jam 05.00 pagi kita uda siap-siap ke Bandara. Oh ya kita
minta tolong ke Bapak Penginapan untuk mengantar kita ke Bandara. Begitu sampai
Bandara, kita langsung check in dan berhubung pesawat dan jadwal penerbanganku
berbeda terpaksa aku menunggu sendiri di Bandara karena mereka sudah berangkat
terlebih dahulu.
Foto Sebelum Berpisah
Foto Sebelum Naik Pesawat hehe :D
Akhirnyaa pesawat lepas landas dan sampai ke Bandara Soekarno Hatta. Seee you next time Belitung, Kota dengan beribu Pantai Cantik didalamnya :D, kota yang tidak ada kemacetan seperti Jakarta *bakal rindu beraat sama Kota ini J
Cost Hari Keempat :
Biaya Antar ke Bandara : Rp 100,000/4 = Rp 25,000
Total Keseluruhan Selama di Belitung :
Rp 370.400 + Rp 132.300 + Rp 129,600 + Rp 25,000 = Rp 632,300
So..buat kalian yang mau liburan ke Belitung jangan perlu cemas soal biaya hehehehe. Semoga Artikel bermanfaat ya :D :D
Sampai jumpaa di Trip Kita selanjutnyaa ya :) :)
|
No comments:
Post a Comment