Latest News

Wednesday, October 7, 2015

Trip Belitung Part 3 : Danau Kaolin & Pantai Bukit Berahu


Danau Kaolin
Hari Ketiga (17 Agustus 2015)


Cuaca pagi ini terlihat sangat cerah, bergegaslah kita untuk mandi dan persiapan untuk melanjutkan tempat mana yang ingin dikunjungi. Akhirnya kita memutuskan untuk ke Danau Kaolin, namun terlebih dahulu sarapan. Ke Belitung rasanya tak lengkap tanpa mencicipi kulinernya yang paling TOP yaitu Mie Belitung Atep yang rasanya dahsyat di lidah *lebaay. Mie Atep ini disajikan berupa mie kuning yang ditata dengan taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus + tahu, emping dan terakhir disiram kuah udang kental berwarna cokelat dan rasa dari mie Atep ini cukup manis sekali.

Mie Atep Belitung

Lokasi Rumah Makan Mie Atep ini disekitaran bunderan pusat kota Tanjung Pandan, hampir semua warga Tanjung pandan pasti tau lokasinya. Bentuk tokonya sih gak mirip sebuah rumah makan, sekilas mirip sebuah toko. Selesai makan lanjut untuk beli oleh-oleh disepanjang jalan dekat rumah makan Mie Atep ini. Harga untuk oleh-oleh relatif murah sekitar 10-30rb sajaa *ga bisa dinego hehehe :D :D
Setelah selesai beli oleh-oleh lanjut untuk mencicipi Soto khas Belitung dan nongkrong di warung Kopi :)
Soto khas Belitung

Nongkrong cantik sambil minum kopi

Destinasi selanjutnya adalah Danau Kaolin. Danau Kaolin adalah sebuah danau yang memiliki warna daratan yang putih bersih dan air yang berwarna biru menyala. Danau ini bukan berasal dari kawah gunung seperti Danau Kawah Putih Ciwidey, danau ini terbentuk dari bekas pertambangan Kaolin. Sedikit informasi, Kaolin adalah suatu mineral sebagai bahan industry seperti kosmetik, keras, makanan dan kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat serta daya hantar listik dan daya hantar panas yang rendah.

 Danau Kaolin

Danau Kaolin 

Danau Kaolin

Danau Kaolin

Pemandangan yang begitu mempesona sepanjang mata  yang melihat, di danau ini tidak ada bau belerang dan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di danau ini. Bagi yang hobi akan photography disini adalah tempat yang paling cocok untuk mencari obyek-obyek shoot. Perpaduan warna biru airnya dan dinding-dinding batu yang berwarna putih bak salju menjadi perpaduan yang sangat menakjubkan. Bahkan di danau ini sering digunakan sebagai tempat prewed. Untuk berkunjung ke danau ini lebih nyaman waktu pagi hari ataupun sore, karena siang hari panas dan tidak ada pohon disekitar danau tersebut. Oh ya, lokasi danau kaolin ini terletak di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung dekat dengan Bandara Tanjung Pandan sekitar 10 menit untuk sampai ke Danau Kaolin.
Danau Kaolin

Danau Kaolin
Danau Kaolin


Danau Kaolin

Danau Kaolin

Berhubung terik matahari hari ini sangat panas, kita bergegas untuk mengantarkan teman kita Andy ke Bandara Tanjung Pandan *sedih sih ditinggal satu orang L L. Setelah sampai ke Bandara Tanjung Pandan Andi langsung check in, dan kita berpisah deh sampai disini *byebye Andi, see you next time ya bro J J
Yah kita tinggal 4 orang sekarang dan kita lanjut destination ke Rumah Adat Belitung.  Rumah Adat Belitung ini terletak di kota Tanjung Pandan, tepatnya di Jl. Ahmad Yani persis di samping Kantor Bupati Belitung. Rumah Adat ini berbentuk rumah panggung dan merupakan rekonstruksi dari rumah gede yang sebagian besar ornamennya terbuat dari kayu. Rumah ini terdiri dari tiga bagian yakni ruang utama, loss dan dapur. Setelah menaiki tangga yang ada di bagian depan rumah, pengunjung akan menjumpai sebuah teras. Setelah melewati teras, pengunjung akan memasuki ruang utama. Di ruang utama ini, pengunjung akan melihat aneka ornament rumah Kash Belitung. Salah satunya ada baju adat pengantin  dan terdapat sebuah kamar pengantin berukuran kecil. Lantai diruangan utama ditutupi oleh tikar, dan memang ciri khas rumah-rumah di Belitung lantainya ditutupi tikar.
Rumah Adat Belitung mulai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan tahun 2009 oleh Bupati Belitung Darmansyah Husain. Suasana kayu sangat  terasa  dan hampir semua bagian dari rumah adat ini terbuat dari kayu bulin yang terkenal kuat dan tahan lama.

Rumah Adat Belitung

Rumah Adat Belitung

Alat Tradisional di Rumah Adat Belitung

Nina Bobok-in anak dulu :D

Alat Tradisional Belitung

Rumah Adat Belitung

Rumah Adat Belitung

Tak terasa waktu sudah sore sekitar pukul 14.00, kita ingin mengejar sunset di Pantai Bukit Berahu. Berhubung di saat itu baterai handphone sudah pada sekarat, akhirnya kita menggunakan GPS aliasn Gunakan Penduduk Setempat *ada pepatah malu bertanya sesat dijalan hehehe :D :D, oke kita lanjut dan setelah 1jam kita sempat nyasar sampai ke Pantai Tanjung Tinggi, kemudian kita tanya arah ke Bukit Berahu dan kata warga situ sekitar 25KM lagi *kita langsung shock. Karena rasa penasaran kita terlalu tinggi, dan beberapa kali tanya warga sekitar akhirnya kita tiba di Bukit Berahu. Pantai Bukit berahu berada agak sembunyi di kaki Bukit Berahu, yang bisa diakses dengan menuruni undakan landai yang jumlahnya tak kurang dari 96 buah. Sebelum menemukan lokasi Pantai Bukit Berahu ini, kita akan berjumpa Kampung Nelayan Bugis Tanjung Binga. Jarak dari Kampung Nelayan Bugis Tanjung Binga ke Pantai Bukit Berahu ini hanya sekitar 750 m, ke arah selatan, masih di desa yang sama, yaitu Desa Tanjung Binga. Desa Tanjung Binga ini terkenal sebagai pemasok buah durian di Belitung. Suasa sangat sepi seperti tak berpenghuni, maklum bukan akhir pekan. Panjang Pantai Bukit Berahu boleh dikatakan pendek, sehingga berada disini bak milik pantai pribadi. Bisa dibayangkan betapa romantisnya suasana ketika malam tiba, kerlip bintang dan cahaya bulan menghias angkasa serta kerlap-kerlip lampu-lampu perahu nelayan yang tengah mencari ikan.
Sambil duduk-duduk menikmati Sunrise di Pantai ini, terhembus angin pantai yang sepoi-sepoi. Oh ya, di Pantai ini ada penginapan ya semacam gazebo gitu.

Jalanan menuju Pantai Bukit Berahu

Anak Tangga menuju Pantai Bukit Berahu

Sunset Pantai Bukit Berahu

Sunset Pantai Bukit Berahu

Sunset Pantai Bukit Berahu

Sunset Pantai Bukit Berahu

Homestay di Pantai Bukit Berahu

Matahari pun mulai terbenam menandakan kita harus beranjak dan itu artinya kita harus siap-siap untuk bergegas pulang ke penginapan. Walaupun jarak pulang tidak jauh beda waktu pas berangkat tadi, kita tetap nyasar hehehe dan nyasarnya sampai Pantai Tanjung Pendam hahaha *namanya itung-itung pengalaman heheeh :D, ga lama sekitar 45menit akhirnya kita sampai di penginapan. Langsung cuss mandi, karena kita janjian juga sama 2 orang kemarin lagi mau makan bareng hehehe. Udah siap dan cuss jemput mereka di Hotel dan kita cari makan di dekat sekitaran bunderan pusat kota Tanjung Pandan. Kali ini kita mencoba makanan khas Belitung lagi yaitu Sup Burung Wallet dan pampi *pampi ini kalo di Jakarta semacam Kweatiau tapi enaaaak :D

Sup Burung Wallet

Nasi Pampi

Makan sambil ngobrol kesana kemari, ngerencanain next trip lagi, bercanda satu sama lain membuat suasana semakin akrab. Sedih sebenarnya karena ini malam terakhir kita disini, karena besok kita harus balik ke asal masing-masing. Setelah selesai makan sebelum pulang kita foto di depan Batu Besar. Batu besar ini adalah lambing yang khas di kota Tanjung Pandan.

Foto Depan Batu Satam

Foto Depan Batu Satam

Foto Depan Monumen Belitung

Selesai foto kita pulang dan mengantarkan dua orang ini untuk kembali ke penginapan mereka dan kita melanjutkan kuliner dengan mencoba Hoklopan. Hoklopan ini semacam martabak terang bulan yang ada di Jakarta, karena kita penasaran bagaimana rasanya makan asli dari khas Belitung ini. Setelah itu kita pulang ke penginapan.

Hoklopan

Sampai di penginapan, kita mandi dan packing-packing cantik buat besok pulang ke Jakarta sambil menikmati hoklopan ini, ternyata rasanya jauh lebih enak di Belitung euuuum yummmyy :D
Setelah itu kita saling tukeran foto dan ngobrol-ngobrol sampai kita pun tertidur karena pesawat kita besok jam 06.30 pagi.

Cost Hari Ketiga :


Items                         Cost/Day         Days         Total
Budget Parkir              Rp   20,000          1           Rp   20,000
Mie Atep                    Rp   60,000          1            Rp   60,000
Makan Siang               Rp 108,000          1            Rp 108,000

Total : Rp 188,000/5 = Rp 37,600 *before Andi pulang

Items                         Cost/Day         Days        Total
Tips Rumah Adat        Rp  20,000          1          Rp  20,000
Pantai Bukit Berahu    Rp  10,000          1          Rp  10,000
Makan Malam            Rp 102,000         1          Rp 102,000
Hoklopan                   Rp  20,000          1          Rp  20,000
Tambahan Fuel           Rp  16,000          1          Rp  16,000
Kamar Hari Ketiga      Rp 200,000         1          Rp 200,000

Total : Rp 368,000/4 = Rp 92,000 *after Andi pulang

Total Hari Ketiga : Rp 37,600 + Rp 92,000 = Rp 129,600


Hari Keempat (18 Agustus 2015)


Tibalah kita dihari terakhir, jam 05.00 pagi kita uda siap-siap ke Bandara. Oh ya kita minta tolong ke Bapak Penginapan untuk mengantar kita ke Bandara. Begitu sampai Bandara, kita langsung check in dan berhubung pesawat dan jadwal penerbanganku berbeda terpaksa aku menunggu sendiri di Bandara karena mereka sudah berangkat terlebih dahulu.

Foto Sebelum Berpisah

Foto Sebelum Naik Pesawat hehe :D



Akhirnyaa pesawat lepas landas dan sampai ke Bandara Soekarno Hatta.  Seee you next time Belitung, Kota dengan beribu Pantai Cantik didalamnya :D, kota yang tidak ada kemacetan seperti Jakarta *bakal rindu beraat sama Kota ini J

Cost Hari Keempat :

Biaya Antar ke Bandara : Rp 100,000/4 = Rp 25,000

Total Keseluruhan Selama di Belitung :

Rp 370.400 + Rp 132.300 + Rp 129,600 + Rp 25,000 = Rp 632,300

So..buat kalian yang mau liburan ke Belitung jangan perlu cemas soal biaya hehehehe. Semoga Artikel bermanfaat ya :D :D
Sampai jumpaa di Trip Kita selanjutnyaa ya :) :)

No comments:

Recent Post