Halo travelers selamat malam hehehe…sudah lama ga bercuap cuap disini. Perjalanan kali ini akan menceritakan pengalaman yang saya dapati ketika melakukan backpacker ke Belitung pertengahan Agustus lalu. Sebenarnya rencana awal ingin liburan ke Karimunjawa, namun karena satu dua hal akhirnya gagal (menurut informasi untuk penyebrangan kapal tanggal 15agustus tidak ada karena kondisi ombak yang tinggi..untung yaaa cyinnn ga jadi berangkat hehehe). Karena tidak ingin membuang-buang waktu akhirnya saya menelusuri jadwal liburan di www.backpackerindonesia.com , banyak jadwal liburan untuk dibulan Agustus apalagi tanggal 17 Agustus tanggal merah. Begitu selektif dalam pemilihan tapi ada satu tread dari temen kalo dia mau ngadain backpacker ke Belitung dengan sharecost tanpa ikut travel, yaudah capcuss saya langsung menghubungi contact no yang tertera kemudian saya join di grup yang berisikan 5orang (termasuk saya yah :D). Dan saya langsung cek harga pesawat untuk rute Jakarta-Tanjung Pandan, wah amat disayangkan ternyata saya melewatkan promo dari Citilink 780rb PP dan untungnya masih ada promo dari Sriwijaya 840rb PP (saya langsung booking dan bayar karena takut harganya naik lagi..biasa harga pesawat kan agak labil kadang bisa mahal kadang murah bingit hihihi :D). Tak pernah terbesit sebelumnya jika tahun ini saya bakal melakukan perjalanan ke Belitung karena selama ini saya terbius oleh keinginan untuk menjelajah ke Lombok namun belum pernah terealisasi (namun suatu saat pasti harus dan wajib itu hhee).
Itenary
dan rincian ke Belitung saya dapati beberapa hari sebelum pergi ke sana. Untuk
informasi terkait obyek yang akan kita kunjungi, penginapan, makan dan tentunya
tranportasi yang akan kita gunakan selama disana dan tak lupa mengurus surat
cuti ke atasan hihihi. Well hari yang sudah kita rencanakan datang juga
akhirnya :D :D *horey liburan…
Hari Pertama (15 Agustus 2015)
Tanggal
16 Agustus 2015, saya akhirnya terbang juga dari terminal 1B Bandara Soekarno
Hatta pukul 08.35 (untuk 4 teman saya sudah terlebih dahulu sampai di Belitung
karena mereka berangkat menggunakan Citilink lebih pagi dari saya). Perjalanan
dari Jakarta ke Tanjung Pandan ditempuh kurang lebih 50 menit. Pukul 09.50 pagi
saya sudah mendarat di Bandara Udara Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Ada
beberapa hal yang membuat saya takjub ketika pertama kali menginjakkan kaki di
negeri laskar pelangi ini. Bangunan bandara di sini sangat kecil dan merupakan
bandara terkecil yang pernah saya kunjungi. (Oh yaa untuk waktu sama dengan
waktu di Jakarta, tidak ada perbedaan).
![]() |
| Welcome Bandara Hanandjoeddin |
Sampai
disana ternyata 4orang partner in crime
saya jemput diluar (thanks sob hehehe piss..). Jujur ini pengalaman pertama
saya melakukan travelling dengan orang yang saya belum kenal sebelumnya tapi
saya coba enjoy dan menikmati suasana ini (anggap aja itung-itung ketemu temen
baru).
Setelah keluar dari bandara kita langsung menuju Belitung Timur dengan
tujuan pertama kita ke SD Mohammadiyah Gantung (konon katanya SD ini replika
dari SD Laskar pelangi). Namun sebelum menempuh perjalanan yang lumayan
jauh, kita berhenti di warung makan
karena perut sudah minta untuk di isi alias kelaparan hehehehe. Karena
bermodalkan backpacker kita pakai feeling mahal atau enggaknya dan isinya sepanjang jalan hanyalah warung Nasi Padang
(Jauh-jauh ke Belitung nemunya nasi padang hahaha :D), tak lupa sebelum makan
kita Tanya berapa harga seporsi dan ternyata cukup murah langsung cuss kita
makan dengan begitu lahapnya hehehe.
Dari Kiri : Mawan (Abu), Andi (Merah), Nisa, Ega & Gw
Setelah kenyang kita langsung tancap gas ciin di SD Mohamadiyah Gantung, yah kira-kira perjalanan kurang lebih satu jam (For your information jalanan di Belitung ini berkelok kelok namun sepi dari peredaran jadi buat kebut-kebut an cucok lah..tapi kita enggak ngebut kok). Dan Akhirnya sampai Juga di SD ini hhihih, dari bangunan sih kesannya uda tua sih ya mirip sekolahan dengan 1 ruang kelas.
Dari Kiri : Mawan (Abu), Andi (Merah), Nisa, Ega & Gw
Setelah kenyang kita langsung tancap gas ciin di SD Mohamadiyah Gantung, yah kira-kira perjalanan kurang lebih satu jam (For your information jalanan di Belitung ini berkelok kelok namun sepi dari peredaran jadi buat kebut-kebut an cucok lah..tapi kita enggak ngebut kok). Dan Akhirnya sampai Juga di SD ini hhihih, dari bangunan sih kesannya uda tua sih ya mirip sekolahan dengan 1 ruang kelas.
![]() |
| Nampak Depan SD Muhammadiyah Gantong |
![]() |
| Bagian Dalam SD Muhammadiya Gantung |
![]() |
| Padang Rumput Belakang SD |
| Museum Lukisan di dekat SD
Lanjut
deh kita ke Museum Kata Andre Hirata. Masih inget kan dengan film laskar
pelangi yang diangkat dari novel laskar pelangi? Ya, museum ini erat kaitannya
antara film dengan novel tersebut. Museum Kata Andre Hirata adalah sebuah
museum sastra pertama di Indonesia yang didirikan oleh penulisan Novel Laskar
Pelangi yaitu Andre Hirata, lokasinya sendiri tidak berjauhan dengan SD
Mohammadiyah Gantung. Museum ini di buka setiap hari untuk umum mulai pukul
10.00 s/d 17.30 wib. Tujuan utama didirikan museum ini adalah untuk
menginspirasi generasi muda Indonesia, untuk berani bermimpi dan sebagai media
mengapresiasi karya-karya sastra dari penulis baik di dalam maupun di luar
negeri.
Di
museum ini kita bisa menikmati beberapa novel karya Andre Hirata yang sangat
inspiratif. Sebagai pelengkap dan menambah kesan uniknya, bangunan ini sengaja di tata dengan mengandung
unsur-unsur budaya local Belitung. Dan disini juga terdapat Warung Kopi dengan
gaya khas melayu asli dank has Belitung sendiri. Warung kopi ini akrab disebut
dengan “Warung Kopi Kuli”.
Sisi Samping Museum Kata Andre Hirata Gerbang Depan Museum Kata Andre Hirata
Bagian Dalam
Bagian Tengah Museum Kata Andre Hirata Museum Kata Andre Hirata Lorong Museum Kata Andre Hirata Museum Kata Andre Hirata
Dan masih banyak lagi kata2 dan
foto yang di pamerkan di Museum Kata-Kata Andre Hirata. Museum yang di dominasi
warna putih dan terbuat dari kayu ini terdiri beberapa ruangan, antara lain
ruang tamu, ruang tengah, 2 kamar yang di ubah jadi ruang pamer juga, dan dapur
yang di isi benda2 kuno seperti meja, kursi, gitar dll.
Setelah
puas menikmati karya karya dari Sang Fenomenal ini kita langsung mengunjungi ke
Kota Manggar. Kota Manggar ini terkenal dengan “Kota Seribu Warung Kopi”. Manggar adalah nama daerah
yang terletak di Belitung Timur, menurut wikipedia jumlah populasi nya approximately 35ribu-an jiwa. Apa benar ada 1000
warung kopi se kecamatan itu? Atau mungkin "seribu" itu hanya kiasan
seperti candi sewu yang aslinya hanya terdiri dari 249 candi. Pokoknya
"seribu" itu artinya "banyak". Dan banyaknya warung kopi di
daerah ini telah diputuskan menjadi suatu identitas budaya dari daerah itu
sehingga muncul tagline seperti diatas. Seperti apakah rasa Kopi Manggar???
Kota "1001 Kopi" Manggar
Di dalam warung kopi inilah kita bisa melihat semua
perbedaan melebur menjadi satu dalam secangkir kopi. Tak ada lagi istilah
Pribumi, Melayu atau Tiong Hoa, di dalam warung kopi mereka berkumpul,
berbincang bahkan bersenda gurau. Sejarah ngopi-ngopi di Belitung rupanya sudah
ada sejak zaman dulu, namun sayang saya bukan tipikal orang yang doyan ngopi
alhasil saya hanya menikmati secangkir tehh tarik panas yang rasanya emang
dahsyat sekali. Oh ya kalau masalah harga si dijamin bakalan terkaget kaget.
Bayangin aja, kita Cuma membayar 3.000 – 5.000 untuk per gelasnyaa, mantaaaab
!! Nah berhubung saya doaang yang g doyan kopi, anak-anak yang lain bahkan bisa
memesan kopi 2 cangkir sekaligus (kata mereka sih endeusss kopinya). Keuntungan
lain yang bisa di dapat karena disediakan kartu UNO dan itu gratisss (bisa
dibawa pulang juga hlo). Sambil menikmati kopi yang endesss kita bermain UNO,
canda tawa pun membuat suasana semakin hidup.
Nongkrong sambil Minum Kopi asli Manggar
Setelah kenyang minum kopi, sebenarnya kita mau mampir ke Kuil Dewi Quan in, berhubung ga ketemu dengan lokasinya akhirnya kita memutuskan ke Pantai Serdang, Manggar, Belitung Timur
Pantai Serdang Manggar
Pantai Serdang Manggar
Pantai Serdang Manggar
Hutan Pinus di Pantai Serdang
Tak
Terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, kita kembali ke penginapan buat
istirahat sejenak karena masih banyak tempat-tempat yang ingin kita kunjungi.
Perjalanan cukup panjang untuk sampai di penginapan sekitar kurang lebih satu jam.
Kita menginap di Penginapan Belitung Melambai, lokasinya sangat strategis karena terletak di pusat kota Tanjung Pandan tepatnya di Jl. Duku RT 13/05 Kelurahan Pangkallalang, dekat dengan bunderan Batu Satam dan dari bandara Cuma 10 menit. Harga kamar yang relative murah, untuk kamar single bed 150ribu per malam, yang double bed 200ribu, harga segitu udah ada AC, lemari, TV dan kamar mandi di dalam. Selain itu, Belitung Melambai juga menyediakan rental mobil dan motor. Untuk mobil innova per harinya Rp 750.000, Avanza Rp 500.000 (include sopir + BBM), motor Rp 100.000 (cocok buat yang datang berdua, cielah). Oh ya ini nomor yang bisa dihubungi 08237605181 atas nama Pak Yudhistira atau lebih akrab dipanggil Pak Yudhis.
Tampak Depan Penginapan Belitung Melambai
Tampak Samping Penginapan
Bagian dalam Kamar
Pukul
17.00 kita siap bergegas untuk mengejar sunset di Pantai dan Pantai Tanjung
Pendam menjadi pilihan kita, karena lokasinya dekat dengan penginapan. Hanya
bermodalkan GPS kita telusuri Pantai ini. Pukul 17.30 kita sudah sampai di
Pantai ini, kita susuri pantai ini sambil menunggu sunset.
Sunset Pantai Tanjung Pendam Sunset Pantai Tanjung Pendam
Sunset Pantai Tanjung Pendam
Kebetulan
di sekitar Pantai Tanjung Pendam lagi ada bazar. Bazar berupa pameran tentang
produk-produk local asli Belitung, ada pameran Kaktus, dll. Kita mengelilingi
bazar tersebut dan beruntungnya kita bertemu dengan yang menjual baju khas
Belitung dengan harga yang fantastis sebesar 25ribu (bisa nih referensi buat
oleh-oleh), dan kita pun membeli baju dengan gambar dan motif yang sama
(ceritanya couple-an gitu buat besok).
BMW di Bazar Pantai Tanjung Pendam
Setelah
capek berputar-putar ria di area bazar, kita mencari warung makan. Kebetulan
warung makan yang dituju yang dekat dengan lokasi penginapan kita (tapi masih
dengan budget yang murah ya). Nemulah kita warung makan seafood (untuk harga ga
jauh beda sama yang ada dijakarta). Ditengah-tengah makan kita menghubungi
nomer Bapak yang menyewakan boatnya untuk besok hari dan mengingatkan besok
janjian jam 8 pagi. Begitu selesai makan kita bergegas kembali ke penginapan
untuk beristirahat karena besok membutuhkan energi yang extra hihihih :D
Makan Malam di Pantai Tanjung Pendam
Ini kisah kami dihari pertama di Belitung. Nantikan kisah selanjutnya hari kedua yaaa.. masih banyak keseruan yang terjadi..See youuu guys :D
Cost Hari Pertama :
|



























No comments:
Post a Comment