 |
| Sungai Maron |
Kali ini kita akan
menceritakan pengalaman kita berpetualang ke daerah Pacitan dan
Yogyakarta. Sebenarnya kali ini kita ikut open trip hehehehe, dan
aku mengajak sahabat terdekat untuk ikut open trip ini. Oh ya ada
pepatah tak kenal maka tak saying, kenalin temen aku namanya Yaya,
dia temen suka duka dari jaman SMA dulu sampai sekarang. Well,
rencana ikut open trip sudah dari 2 bulan yang lalu kita rencanakan.
Kebetulan kita daftar di salah satu travel yang selain murah di
kantong juga pengen cari pengalaman. Karena kebetulan aku sama Yaya
sekarang tinggal di beda Provinsi, aku di Jakarta dan Yaya di
Semarang dan kebetulan meeting point di Yogyakarta akhirnya aku
berangkat sendiri deh dari Jakarta hiks hiks :( :(
Setelah berdiskusi
panjang akhirnya aku memutuskan naik kereta dengan rute Pasar Senen
(Jakarta) – Stat. Lempuyangan (Yogya) dan Yaya memilih naik Bus
Nusantara dari semarang. Akhirnya tiket kereta PP sudah di tangan dan
liburan kali ini ga perlu cuti tapi ijin setengah hari heheehe
*jadwal berangkat kereta jam 11.30 WIB bro, maapkeuunn ya bu bos
hehhee :D :D
Hari ini yang di tunggu
akhirnya tiba juga, tepatnya tanggal 18 September 2015. Tuut tuttt
gojes gojessss kereta akhirnya berangkat (walaupun ada tragedy hampir
ketinggalan kereta hihihih). *Yeah Yogyakartaaaaa I’m coming,
tunggu aku di kotaaa mu yaaa :) :)
Perjalanan yang cukup
melelahkan hampir 8 jam dan akhirnya sampe juga di Stasiun
Lempuyangan Yogyakarta. Sekedar informasi, ternyata temenku si Yaya
sampe di Jogya jam 18.30, untungnya ada sahabat dekat ku yang
bernama Adhe ngekost di Jogya yaudin deh aku dan Yaya nginep dikos
dia hehehe *Terima kasiiihhh :). Well, begitu keluar dari Stat.
Lempuyangan ternyata Adhe m Yaya sudah menunggu di depan Stasiun
hehhehe. Capcuslah kita pergi dan cari warung makan disekitar Jalan
Kaliurang dan setelah makan kita langsung pulang ke kos Adhe untuk
beristirahat karena meeting point jam 07.00 pagi. *Hening cipttaaa
mulaaai…yuuk mari kitaa tidur :D
Hari Pertama ( 19
September 2015 )
Jam 05.00 pagi kita mandi
dan kemudian beres-beres barang dan merapikan ransel kita. Sebelum
berangkat untuk meeting point kita putuskan untuk sarapan pagi
terlebih dahulu, tak lupa kami pun memilih sarapan makanan khas
Jogyakarta yaitu “Gudeg” *endeeuuuuusss banget
 |
| Gudeg Yogyakarta |
|
|
|
|
Setelah perut kenyang,
aku dan Yaya dianter ke tempat Meeting Pointnya yaitu di Stasiun
Tugu. Pukul 06.45 WIB kita sudah sampai di Stasiun Tugu. Clingak
clinguk bak seperti orang linglung kita pun langsung masuk ke dalam
Stasiun Tugu, tapi kok ga ada keliatan yang kumpul2 ya. Yaudah
kitapun kontak Travel ini eh ternyata mereka sudah menunggu di
parkiran Stat. Tugu bagian selatan, ya karena kita ga paham arah mata
angin tanyalah kita ke satpam dimana Parkiran bagian selatan. Eh
ternyata eengg ing eeeeeeng harus keluar dari stasiun Tugu dulu. Yaudin deh kita keluar
Stasiun Tugu, tapi mampir bentar buat foto di Jl. Malioboro (sebelah
stat. Tugu)
 |
| Jl. Malioboro |
Baru belok ke kanan dan
dari situ ambil lurus sampai Hotel Abadi, baru deh kita nemuin Elf
yang membawa kita liburan. (Oh ya buat kamu-kamu yang ingin
berliburan di Jogya ga usah khawatir buat nginap dimana hampir
sepanjang jalan dekat stasiun Tugu banyak penginapan-penginapan).
Kemudian kita bertemu dengan orang baru ya itung-itung buat
nambah-nambah temen, berdasarkan info yang ikut trip ini ada 11 orang
tapi yang sudah terkumpul ada 5 orang yaitu Mba Sinta, Mba Ester,
Agus, Me, & Yaya. Setelah itu jemput Mbak Tabita & Suami di
dekat indomaret Djanti dan sisa 4 orang yang sudah menunggu di
Terminal Giwangan. Sekitar 45 menit menuju Term. Giwangan, kemudian
mengangkut 4 orang ini ke dalam Elf *Oh ya lupa 4 orang ini bernama
Wahyu, Dika, Safitri dan Mba Aisyah yang akrab dipanggil kakak Ai :D.
Kakak Ai ini yang punya travel ini hlo, keren ya single fighter
mengurus ini itu sendirian :D. Oh ya lupa perkenalkan driver yang
membawa kita bernama Mas Probo. Letsss goo Pacitaaaaaaaaaan :) :)
 |
| Selfie Dulu |
|
|
Perjalanan menuju Pacitan
bisa memakan waktu 4-5 jam, dan sepanjang perjalanan dijamin tidak
bisa tidur dengan nyaman karena jalanan yang sangat aduhai jeleknyaaa
tapi itu tantangan tersendiri buat kita ya memacu adrenalin dipagi
menjelang siang hari. Tempat pertama yang kita kunjungi yaitu Sungai
Maron *sebenarnya ini tempat tambahan buat kami diluar itenary
yang dibikin oleh Kakak Ai.
Sungai Maron ini
terletak di Desa Dersono, Kec. Pringkuku. Dari pusat kota Pacitan
hanya perlu menempuh perjalanan selama 45 menit untuk tiba di Sungai
Maron. Sementara dari Goa Gong hanya sekitar 15 KM.
Jalan menuju Sungai Maron
bener-bener paraaah, banyak tikungan yang harus di lalui dan hanya
driver yang handal yang sanggup membawa ke tempat ini *aplouse buat
Mas Probo. Perjalanan benar-benar menegangkan dan kanan kiri adalah
Jurang & hampir semua orang di dalam mobil ini pucat termasuk
saya hehehe :D. Pukul 11.30 WIB kita sampai di Sungai Maron,
bener-bener amazing Sungai ini bak Amazon di Africa hihihi dan kita
langsung menuju mas yang menyewakan Kano.
 |
| Harga Penyewaan Kano |
 |
| Penampakan Kano |
 |
| Selfie sebelum naik Kano |
Dan Kita menyewa 2 kano
dan dibagi 2 team, Team 1 kelas ringan dan team 2 kelas berat hehhe
pisss bro :D. Masuklah kita ke dalam Kano dan siap-siap untuk
mengelilingi sungai ini. Sungai Maron ini dikelilingi dengan
pepohonan hijau yang lebat dan tanaman kelapa di sepanjang tepian
sungai.
 |
| Sungai Maron |
|
 |
| Sungai Maron |
 |
| Sungai Maron |
 |
| Sungai Maron |
 |
| Sungai Maron |
 |
| Sungai Maron |
Pesona keindahan Sungai
Maron memang belum terkenal dibandingkan destinasi wisata Pacitan
lainnya, seperti Pantai Klayar, Pantai Banyu Tibo, Goa Gong. Oleh
karena itu tempat wisata ini masih belum banyak dibicarakan di
berbagai komunitas penikmat perjalanan. Air yang jernih kebiruan dan
suasana tenang serta sepanjang tepian sungai yang menyuguhkan horizon
pepohonan bisa Anda temukan dalam petualangan di Sungai Maron Pacitan
namun sayang karena waktu itu lagi musim kemarau pepohonan di sekitar
itu kering :( :(
Aliran sungai Maron
bermuara di Pantai Ngiriboyo. Kano pun menepi untuk kita singgah
sebentar di Pantai Ngiriboyo ini. Untuk masuk ke Pantai Ngiriboyo ini
cukup membayar 5ribu per orang dan membayar 2ribu untuk Parkir Kano.
Berbeda dengan pantai lainnya, keunikkan yang bisa kita temui di
Pantai Ngiriboyo adalah pasir di pantai ini berwarna hitam. Perpaduan
pasir hitam dan ombak laut, membuat pantai ini semakin eksotis
ditambah suara angin yang sepoy-sepoy membuat kita menikmati indahnya
pemandangan di Pantai ini. Sekitar 45 menit kami memanjakan diri di
Pantai ini *janganlupa selfie :D
 |
| Tepian Sungai Maron |
 |
| Tepian Sungai Maron |
 |
| Tepian Sungai Maron |
|
|
 |
| Pantai Ngiriboyo |
 |
| Pantai Ngiriboyo |
 |
| Pantai Ngiriboyo |
 |
| Pantai Ngiriboyo |
Kita pun bergegas kembali
ke Kano untuk pulang tentunya dengan menelusuri Sungai Maron kembali.
Namun ditengah perjalanan si bapak guide mengajak kita masuk ke
sebuah gua dengan kedalaman lebih dalam daripada yang kita lalui
pertama kali tadi. Kata bapak guide disini kedalaman bisa mencapai
50M dan tidak boleh mengeluarkan suara-suara sedikitpun, berasa
mistis sih hihihi. Konon kata bapak guide didalam teluk sungai ini
dihuni oleh beberapa ekor ikan segede bantal, ada yang bilang segede
perahu mesin. Ada yang bilang dulu ada buaya putihnya, namun juga ada
yang bilang cuma patung buaya. Entahlah kita juga ga tau mana yang
benar dari perihal hal tersebut.
 |
| Sungai Maron kedalaman 50 Meter |
 |
| Sungai Maron |
 |
| Sungai Maron |
Sekitar 10 menit kita
disini, kemudian kita lanjut untuk menepi ke daratan. Akhirnya kita
mendarat juga dan disini kita memutuskan beristirahat sebentar. Jam
13.30 WIB kita putuskan untuk menjelajahi Pantai Klayar. Kalo
perjalanan di awal tadi turunan sekarang kita melewati tanjakan yang
cukup tinggi dengan jalanan ya bergelonjak berbatu.
Jarak dari Sungai Maron
ke Pantai Klayar sekitar 1jam. Pantai Klayar ini adalah sebuah pantai
dengan pasir putih yang dihiasi deretan pohon kelapa dan batu karang
serta dikelilingi tebing-tebing batu. Lokasi Pantai ini terletak di
Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupatan Pacitan.
Akhirnya kita sampai di
tempat destinasi kita yang kedua yaitu Pantai Klayar.
Perjalanan menuju Pantai Klayar ini melalu jalan berliku-liku, naik
turun dan dihiasi dengan deretan bukit-bukit. Selain berpasir putih,Satu lagi
keunikannya, di deretan tebing karang di sisi timur terdapat karang
raksasa mirip Sphinx. Namun sayang karena memiliki air laut yang biru
dan ombak yang sangat besar, pengunjung tidak disarankan untuk
berenang.
 |
Pantai Klayar dari Parkiran
Pantai Klayar dari Parkiran
|
Begitu sampai kita
langsung turun ke pantai ini, kita isi perut terlebih dahulu alias
makan siang. Kita makan di sekitar warung yang ada di dekat Pantai,
dan kita memilih menu makan siang Soto Ayam khas Pacitan *Soto ini
berbeda dengan soto yang ada di Jakarta, agak lebih manis rasanya di
lidah tapi not bad kok hehehe :D. Setelah kenyang kita akhirnya turun
untuk menelusuri Pantai ini.
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
Setelah puas berkeliling Pantai ini, kita coba naik ke atas bebatuan ala sphinx, disini kita bisa menemukan seruling laut. Seruling laut ini sebutan untuk fenomena dimana terdapat cengkungan yang ada pada bagian bawah tebing atau batuan yang ada di pantai. Saat cekungan ini diterjang ombak laut, maka air laut akan keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi seperti bunyi seruling.
 |
| Tangga Naik |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Pantai Klayar |
 |
| Tebing Pantai Klayar |
 |
Tebing Pantai Klayar

Seruling Laut Pantai Klayar
Karena
terlena dan keasyikkan dengan keadaan di Pantai ini, aku dan Yaya ketinggalan
rombongan. Yauda akhirnya kita bergegas menuju Parkiran Elf dengan naik ATV
*cukup membayar 20ribu sudah sampai ke sebelum tanjakan parkiran Elf, dari situ
banyak tersedia ojek cukup murah dengan membayar 10ribu namun aku dan Yaya
memilih dengan berjalan kaki itung-itung membakar lemak di sore hari. Ketika
ditengah perjalanan terlihat Mba Ai turun dengan naik ojek, karena kita tau dia
dari tadi mencari kita berdua *maapkeuun kita ya Kakak Ai :D :D
Naik ATV di Pantai Klayar
Karena
berhubung waktu sudah sore hari, akhirnya kita berdiskusi tentang lokasi
selanjutnya yang akan kita datangi. Ada dua lokasi yaitu Pantai Banyu Tibo dan
Goa Gong, voting pun dimulai. Mengingat jarak antara Pantai Klayar dengan
Pantai Banyu Tibo sangatlah jauh kurang lebih bisa 1jam sendiri, adapun daya
tarik utama Pantai Banyu Tibo adalah air terjun yang tidak terlalu besar yang
mengalami langsung menuju halusnya pasir pantai. Selain dari jarak yang jauh
kita juga mempertimbangkan apakah debit air di air terjun nya ada atau justru
kering. Akhirnya kita memutuskan
destinasi selanjutnya adalah Goa Gong.
Goa
Gong ini berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung. Jika ingin ke
Pantai Klayar pasti akan melewati Goa Gong ini terlebih dahulu. Goa ini dikenal
sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Pesona Goa Gong ini bersumber
dari panorama indah stalaktit dan stalagmit yang akan kita temui disaat
menyusuri goa ini.
Membutuhkan
waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Goa Gong ini jika dari Pantai Klayar dan
kita sampai pukul 16.30 WIB, karena jika kita sampai pukul 17.00 WIB kita tidak
diperbolehkan masuk. Dari pintu masuk loket ke pintu Goa nya sendiri kita akan
melewati beberapa toko souvenir, rumah makan yang akan kita jumpai.
Pintu Masuk Goa Gong
Foto di Goa Gong Rame-rame
Panjang
goa ini sekitar 256 meter dan mempunyai stalaktit serta stalagmit yang berusia
ratusan tahun. Dinamakan Goa Gong karena konon menurut cerita, dari dalam goa
sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai bunyi gong. Dalam goa ini sudah
dilengkapi dengan beberapa lampu penerangan yang berwarna-warni. Memasuki
lorong pertama gua, pengunjung akan disambut dengan stalaktit dan stalagmit goa
yang membentuk seperti barisan ornamen.
Goa
ini sudah dilengkapi dengan fasilitas berupa tangga dan pegangan besi. Jadi
jangan khawatir tidak mendapat tempat untuk pijakan kaki. Hanya saja terkadang
jalan setapaknya terkesan licin dan basah, jadi tetap harus hati-hati. Untuk
lebih amannya lagi, bisa juga menyewa jasa pemandu wisata untuk menemani
perjalanan Anda menyusuri goa Anda dapat juga menyewa senter dengan biaya
sekitar Rp 5.000
Area memasuki Goa Gong
Foto ramean
Pintu Masuk menuju Goa Gong
Goa Gong
Goa Gong
Goa Gong
Goa Gong
Goa Gong
Stalagmit di Goa Gong
Tangga di Goa Gong
Goa Gong
Tangga di Goa Gong
Tangga di Goa Gong
Kita
tidak berlama-lama disini karena waktu sudah petang dan kita pengunjung
terakhir disini bahkan penjual souvenir disini sudah tutup. Akhirnya kita
memutuskan untuk pulang karena homestay kita terletak di Jogya.
Selamaperjalanan
menuju Jogyakarta, kita semua terlelap dari indahnya malam alias tidur di Elf.
Dan bangun-bangun sudah berhenti di Warung Makan Cak Koting yang terletak di
Jl. Dr. Sutomo (sisi selatan Jembatan layang Lempuyangan). Cak Koting ini
sangat dikenal di kalangan pecinta kuliner,
menu andalan yang terkenal disini adalah Bebek Goreng kremes sambel ijo
dan bebek penyet. Namun ada juga beberapa pilihan menu yang disajikan,
diantaranya ayam goreng, ayam penyet, aneka jeroan goreng, Burung Dara (goreng
dan bakar), Bebek (goreng dan bakar), Ayam (goreng dan bakar), ati ampela,
Lele, Gurame, Nila, Soto Sulung, Rujak Cingur, Gado-gado, Pecel Madiun, Tahu
dan Tempe Penyet, bakso. Ada juga Sayur Lombok Ijo, cah kangkung udang dan alternatif
lain untuk sambal yaitu sambal terong.
Warung Makan Cak Koting
Berhubung
saya bukan pecinta bebek, saya memesan satu porsi ayam bakar kremes. Kremesnya
yang lembut dan renyah serta daging ayam yang bertekstur lembut ditambah
sambalnya yang begitu pedas , membuat pengunjung yang ada disini bakal
ketagihan. Wajar rasanya jika diantara banyaknya warung tenda di Jogja, Cak
Koting berhasil menjadi salah satu yang paling terkenal. Cak Koting mampu
menyulap warung tendanya yang sederhana namun memiliki cita rasa kelas
atas. Harganya yang terbilang diatas rata-rata (satu porsi bebek goreng dikenai
harga Rp. 21.000) pun tetap memikat pengunjung untuk terus datang dan
menikmatan kelezatan warung yang telah berdiri sejak tahun 1991 ini.
Meski
sedikit menguras isi kantong, namun memutuskan untuk makan malam disini adalah
keputusan yang tepat. Sederhana, lezat, dan memuaskan, tepat seperti yang
sedang saya inginkan.
Setelah
perut kenyang hati riang, kita memutuskan untuk pulang ke penginapan. Oh ya
kita menginap di Villa Alicia, yang berlokasi Jl. Bima no. 35 Pugeran,
Maguwoharjo. Terletak sekitar 2KM dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Yogyakarta.
Villa Alicia
Villa Alicia
Kamar di Villa Alicia
Villa
yang cukup bagus dan kamar yang cukup nyaman untuk ditempati. Oh ya buat kalian
yang ingin liburan di Jogyakarta bisa sewa villa ini, disini ada kamar dan
guesthousenya. Silahkan hubungin Mba Tabitha (082220542720), karena mba tabitha
ini juga tinggal disini karena villa ini juga bisa disewa bulanan ataupun
harian.
Berhubung
waktu sudah larut malam, akhirnya kita pun tidur. Mau tau keseruan trip kita di
hari kedua?Tetap ikutin perjalanan kitaaa yaa, yang pasti bakalan seru :D
|
No comments:
Post a Comment