Latest News

Monday, October 12, 2015

Menikmati Indahnya Pacitan-Jogyakarta Part 1


Sungai Maron

Kali ini kita akan menceritakan pengalaman kita berpetualang ke daerah Pacitan dan Yogyakarta. Sebenarnya kali ini kita ikut open trip hehehehe, dan aku mengajak sahabat terdekat untuk ikut open trip ini. Oh ya ada pepatah tak kenal maka tak saying, kenalin temen aku namanya Yaya, dia temen suka duka dari jaman SMA dulu sampai sekarang. Well, rencana ikut open trip sudah dari 2 bulan yang lalu kita rencanakan. Kebetulan kita daftar di salah satu travel yang selain murah di kantong juga pengen cari pengalaman. Karena kebetulan aku sama Yaya sekarang tinggal di beda Provinsi, aku di Jakarta dan Yaya di Semarang dan kebetulan meeting point di Yogyakarta akhirnya aku berangkat sendiri deh dari Jakarta hiks hiks :( :(
Setelah berdiskusi panjang akhirnya aku memutuskan naik kereta dengan rute Pasar Senen (Jakarta) – Stat. Lempuyangan (Yogya) dan Yaya memilih naik Bus Nusantara dari semarang. Akhirnya tiket kereta PP sudah di tangan dan liburan kali ini ga perlu cuti tapi ijin setengah hari heheehe *jadwal berangkat kereta jam 11.30 WIB bro, maapkeuunn ya bu bos hehhee :D :D
Hari ini yang di tunggu akhirnya tiba juga, tepatnya tanggal 18 September 2015. Tuut tuttt gojes gojessss kereta akhirnya berangkat (walaupun ada tragedy hampir ketinggalan kereta hihihih). *Yeah Yogyakartaaaaa I’m coming, tunggu aku di kotaaa mu yaaa :) :)
Perjalanan yang cukup melelahkan hampir 8 jam dan akhirnya sampe juga di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Sekedar informasi, ternyata temenku si Yaya sampe di Jogya jam 18.30, untungnya ada sahabat dekat ku yang bernama Adhe ngekost di Jogya yaudin deh aku dan Yaya nginep dikos dia hehehe *Terima kasiiihhh :). Well, begitu keluar dari Stat. Lempuyangan ternyata Adhe m Yaya sudah menunggu di depan Stasiun hehhehe. Capcuslah kita pergi dan cari warung makan disekitar Jalan Kaliurang dan setelah makan kita langsung pulang ke kos Adhe untuk beristirahat karena meeting point jam 07.00 pagi. *Hening cipttaaa mulaaai…yuuk mari kitaa tidur :D
Hari Pertama ( 19 September 2015 )

Jam 05.00 pagi kita mandi dan kemudian beres-beres barang dan merapikan ransel kita. Sebelum berangkat untuk meeting point kita putuskan untuk sarapan pagi terlebih dahulu, tak lupa kami pun memilih sarapan makanan khas Jogyakarta yaitu “Gudeg” *endeeuuuuusss banget 
Gudeg Yogyakarta



 
Setelah perut kenyang, aku dan Yaya dianter ke tempat Meeting Pointnya yaitu di Stasiun Tugu. Pukul 06.45 WIB kita sudah sampai di Stasiun Tugu. Clingak clinguk bak seperti orang linglung kita pun langsung masuk ke dalam Stasiun Tugu, tapi kok ga ada keliatan yang kumpul2 ya. Yaudah kitapun kontak Travel ini eh ternyata mereka sudah menunggu di parkiran Stat. Tugu bagian selatan, ya karena kita ga paham arah mata angin tanyalah kita ke satpam dimana Parkiran bagian selatan. Eh ternyata eengg ing eeeeeeng harus keluar dari stasiun Tugu dulu. Yaudin deh kita keluar Stasiun Tugu, tapi mampir bentar buat foto di Jl. Malioboro (sebelah stat. Tugu)
Jl. Malioboro
Baru belok ke kanan dan dari situ ambil lurus sampai Hotel Abadi, baru deh kita nemuin Elf yang membawa kita liburan. (Oh ya buat kamu-kamu yang ingin berliburan di Jogya ga usah khawatir buat nginap dimana hampir sepanjang jalan dekat stasiun Tugu banyak penginapan-penginapan). Kemudian kita bertemu dengan orang baru ya itung-itung buat nambah-nambah temen, berdasarkan info yang ikut trip ini ada 11 orang tapi yang sudah terkumpul ada 5 orang yaitu Mba Sinta, Mba Ester, Agus, Me, & Yaya. Setelah itu jemput Mbak Tabita & Suami di dekat indomaret Djanti dan sisa 4 orang yang sudah menunggu di Terminal Giwangan. Sekitar 45 menit menuju Term. Giwangan, kemudian mengangkut 4 orang ini ke dalam Elf *Oh ya lupa 4 orang ini bernama Wahyu, Dika, Safitri dan Mba Aisyah yang akrab dipanggil kakak Ai :D. Kakak Ai ini yang punya travel ini hlo, keren ya single fighter mengurus ini itu sendirian :D. Oh ya lupa perkenalkan driver yang membawa kita bernama Mas Probo. Letsss goo Pacitaaaaaaaaaan :) :)
Selfie Dulu

Perjalanan menuju Pacitan bisa memakan waktu 4-5 jam, dan sepanjang perjalanan dijamin tidak bisa tidur dengan nyaman karena jalanan yang sangat aduhai jeleknyaaa tapi itu tantangan tersendiri buat kita ya memacu adrenalin dipagi menjelang siang hari. Tempat pertama yang kita kunjungi yaitu Sungai Maron *sebenarnya ini tempat tambahan buat kami diluar itenary yang dibikin oleh Kakak Ai. 
Sungai Maron ini terletak di Desa Dersono, Kec. Pringkuku. Dari pusat kota Pacitan hanya perlu menempuh perjalanan selama 45 menit untuk tiba di Sungai Maron. Sementara dari Goa Gong hanya sekitar 15 KM.
Jalan menuju Sungai Maron bener-bener paraaah, banyak tikungan yang harus di lalui dan hanya driver yang handal yang sanggup membawa ke tempat ini *aplouse buat Mas Probo. Perjalanan benar-benar menegangkan dan kanan kiri adalah Jurang & hampir semua orang di dalam mobil ini pucat termasuk saya hehehe :D. Pukul 11.30 WIB kita sampai di Sungai Maron, bener-bener amazing Sungai ini bak Amazon di Africa hihihi dan kita langsung menuju mas yang menyewakan Kano.
Harga Penyewaan Kano
Penampakan Kano
Selfie sebelum naik Kano
Dan Kita menyewa 2 kano dan dibagi 2 team, Team 1 kelas ringan dan team 2 kelas berat hehhe pisss bro :D. Masuklah kita ke dalam Kano dan siap-siap untuk mengelilingi sungai ini. Sungai Maron ini dikelilingi dengan pepohonan hijau yang lebat dan tanaman kelapa di sepanjang tepian sungai.
Sungai Maron
Sungai Maron
Sungai Maron
Sungai Maron
Sungai Maron
Sungai Maron
Pesona keindahan Sungai Maron memang belum terkenal dibandingkan destinasi wisata Pacitan lainnya, seperti Pantai Klayar, Pantai Banyu Tibo, Goa Gong. Oleh karena itu tempat wisata ini masih belum banyak dibicarakan di berbagai komunitas penikmat perjalanan. Air yang jernih kebiruan dan suasana tenang serta sepanjang tepian sungai yang menyuguhkan horizon pepohonan bisa Anda temukan dalam petualangan di Sungai Maron Pacitan namun sayang karena waktu itu lagi musim kemarau pepohonan di sekitar itu kering :( :(
Aliran sungai Maron bermuara di Pantai Ngiriboyo. Kano pun menepi untuk kita singgah sebentar di Pantai Ngiriboyo ini. Untuk masuk ke Pantai Ngiriboyo ini cukup membayar 5ribu per orang dan membayar 2ribu untuk Parkir Kano. Berbeda dengan pantai lainnya, keunikkan yang bisa kita temui di Pantai Ngiriboyo adalah pasir di pantai ini berwarna hitam. Perpaduan pasir hitam dan ombak laut, membuat pantai ini semakin eksotis ditambah suara angin yang sepoy-sepoy membuat kita menikmati indahnya pemandangan di Pantai ini. Sekitar 45 menit kami memanjakan diri di Pantai ini *janganlupa selfie :D
Tepian Sungai Maron
Tepian Sungai Maron
Tepian Sungai Maron

Pantai Ngiriboyo
Pantai Ngiriboyo
Pantai Ngiriboyo
Pantai Ngiriboyo
Kita pun bergegas kembali ke Kano untuk pulang tentunya dengan menelusuri Sungai Maron kembali. Namun ditengah perjalanan si bapak guide mengajak kita masuk ke sebuah gua dengan kedalaman lebih dalam daripada yang kita lalui pertama kali tadi. Kata bapak guide disini kedalaman bisa mencapai 50M dan tidak boleh mengeluarkan suara-suara sedikitpun, berasa mistis sih hihihi. Konon kata bapak guide didalam teluk sungai ini dihuni oleh beberapa ekor ikan segede bantal, ada yang bilang segede perahu mesin. Ada yang bilang dulu ada buaya putihnya, namun juga ada yang bilang cuma patung buaya. Entahlah kita juga ga tau mana yang benar dari perihal hal tersebut. 
Sungai Maron kedalaman 50 Meter
Sungai Maron

Sungai Maron
Sekitar 10 menit kita disini, kemudian kita lanjut untuk menepi ke daratan. Akhirnya kita mendarat juga dan disini kita memutuskan beristirahat sebentar. Jam 13.30 WIB kita putuskan untuk menjelajahi Pantai Klayar. Kalo perjalanan di awal tadi turunan sekarang kita melewati tanjakan yang cukup tinggi dengan jalanan ya bergelonjak berbatu.
Jarak dari Sungai Maron ke Pantai Klayar sekitar 1jam. Pantai Klayar ini adalah sebuah pantai dengan pasir putih yang dihiasi deretan pohon kelapa dan batu karang serta dikelilingi tebing-tebing batu. Lokasi Pantai ini terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupatan Pacitan.
Akhirnya kita sampai di tempat destinasi kita yang kedua yaitu Pantai Klayar. Perjalanan menuju Pantai Klayar ini melalu jalan berliku-liku, naik turun dan dihiasi dengan deretan bukit-bukit. Selain berpasir putih,Satu lagi keunikannya, di deretan tebing karang di sisi timur terdapat karang raksasa mirip Sphinx. Namun sayang karena memiliki air laut yang biru dan ombak yang sangat besar, pengunjung tidak disarankan untuk berenang.
Pantai Klayar dari Parkiran

Pantai Klayar dari Parkiran
Begitu sampai kita langsung turun ke pantai ini, kita isi perut terlebih dahulu alias makan siang. Kita makan di sekitar warung yang ada di dekat Pantai, dan kita memilih menu makan siang Soto Ayam khas Pacitan *Soto ini berbeda dengan soto yang ada di Jakarta, agak lebih manis rasanya di lidah tapi not bad kok hehehe :D. Setelah kenyang kita akhirnya turun untuk menelusuri Pantai ini.

Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Setelah puas berkeliling Pantai ini, kita coba naik ke atas bebatuan ala sphinx, disini kita bisa menemukan seruling laut. Seruling laut ini sebutan untuk fenomena dimana terdapat cengkungan yang ada pada bagian bawah tebing atau batuan yang ada di pantai. Saat cekungan ini diterjang ombak laut, maka air laut akan keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi seperti bunyi seruling.
Tangga Naik
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar
Tebing Pantai Klayar
Tebing Pantai Klayar


Seruling Laut Pantai Klayar

Karena terlena dan keasyikkan dengan keadaan di Pantai ini, aku dan Yaya ketinggalan rombongan. Yauda akhirnya kita bergegas menuju Parkiran Elf dengan naik ATV *cukup membayar 20ribu sudah sampai ke sebelum tanjakan parkiran Elf, dari situ banyak tersedia ojek cukup murah dengan membayar 10ribu namun aku dan Yaya memilih dengan berjalan kaki itung-itung membakar lemak di sore hari. Ketika ditengah perjalanan terlihat Mba Ai turun dengan naik ojek, karena kita tau dia dari tadi mencari kita berdua *maapkeuun kita ya Kakak Ai :D :D

Naik ATV di Pantai Klayar

Karena berhubung waktu sudah sore hari, akhirnya kita berdiskusi tentang lokasi selanjutnya yang akan kita datangi. Ada dua lokasi yaitu Pantai Banyu Tibo dan Goa Gong, voting pun dimulai. Mengingat jarak antara Pantai Klayar dengan Pantai Banyu Tibo sangatlah jauh kurang lebih bisa 1jam sendiri, adapun daya tarik utama Pantai Banyu Tibo adalah air terjun yang tidak terlalu besar yang mengalami langsung menuju halusnya pasir pantai. Selain dari jarak yang jauh kita juga mempertimbangkan apakah debit air di air terjun nya ada atau justru kering.  Akhirnya kita memutuskan destinasi selanjutnya adalah Goa Gong.
Goa Gong ini berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung. Jika ingin ke Pantai Klayar pasti akan melewati Goa Gong ini terlebih dahulu. Goa ini dikenal sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Pesona Goa Gong ini bersumber dari panorama indah stalaktit dan stalagmit yang akan kita temui disaat menyusuri goa ini.
Membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Goa Gong ini jika dari Pantai Klayar dan kita sampai pukul 16.30 WIB, karena jika kita sampai pukul 17.00 WIB kita tidak diperbolehkan masuk. Dari pintu masuk loket ke pintu Goa nya sendiri kita akan melewati beberapa toko souvenir, rumah makan yang akan kita jumpai.

Pintu Masuk Goa Gong

Foto di Goa Gong Rame-rame

Panjang goa ini sekitar 256 meter dan mempunyai stalaktit serta stalagmit yang berusia ratusan tahun. Dinamakan Goa Gong karena konon menurut cerita, dari dalam goa sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai bunyi gong. Dalam goa ini sudah dilengkapi dengan beberapa lampu penerangan yang berwarna-warni. Memasuki lorong pertama gua, pengunjung akan disambut dengan stalaktit dan stalagmit goa yang membentuk seperti barisan ornamen.
Goa ini sudah dilengkapi dengan fasilitas berupa tangga dan pegangan besi. Jadi jangan khawatir tidak mendapat tempat untuk pijakan kaki. Hanya saja terkadang jalan setapaknya terkesan licin dan basah, jadi tetap harus hati-hati. Untuk lebih amannya lagi, bisa juga menyewa jasa pemandu wisata untuk menemani perjalanan Anda menyusuri goa Anda dapat juga menyewa senter dengan biaya sekitar Rp 5.000

Area memasuki Goa Gong

Foto ramean

Pintu Masuk menuju Goa Gong

Goa Gong

Goa Gong

Goa Gong

Goa Gong

Goa Gong

Stalagmit di Goa Gong

Tangga di Goa Gong

Goa Gong

Tangga di Goa Gong

Tangga di Goa Gong

Kita tidak berlama-lama disini karena waktu sudah petang dan kita pengunjung terakhir disini bahkan penjual souvenir disini sudah tutup. Akhirnya kita memutuskan untuk pulang karena homestay kita terletak di Jogya.
Selamaperjalanan menuju Jogyakarta, kita semua terlelap dari indahnya malam alias tidur di Elf. Dan bangun-bangun sudah berhenti di Warung Makan Cak Koting yang terletak di Jl. Dr. Sutomo (sisi selatan Jembatan layang Lempuyangan). Cak Koting ini sangat dikenal di kalangan pecinta kuliner,  menu andalan yang terkenal disini adalah Bebek Goreng kremes sambel ijo dan bebek penyet. Namun ada juga beberapa pilihan menu yang disajikan, diantaranya ayam goreng, ayam penyet, aneka jeroan goreng, Burung Dara (goreng dan bakar), Bebek (goreng dan bakar), Ayam (goreng dan bakar), ati ampela, Lele, Gurame, Nila, Soto Sulung, Rujak Cingur, Gado-gado, Pecel Madiun, Tahu dan Tempe Penyet, bakso. Ada juga Sayur Lombok Ijo, cah kangkung udang dan alternatif lain untuk sambal yaitu sambal terong. 

Warung Makan Cak Koting

Berhubung saya bukan pecinta bebek, saya memesan satu porsi ayam bakar kremes. Kremesnya yang lembut dan renyah serta daging ayam yang bertekstur lembut ditambah sambalnya yang begitu pedas , membuat pengunjung yang ada disini bakal ketagihan. Wajar rasanya jika diantara banyaknya warung tenda di Jogja, Cak Koting berhasil menjadi salah satu yang paling terkenal. Cak Koting mampu menyulap warung  tendanya yang sederhana namun memiliki cita rasa kelas atas. Harganya yang terbilang diatas rata-rata (satu porsi bebek goreng dikenai harga Rp. 21.000) pun tetap memikat pengunjung untuk terus datang dan menikmatan kelezatan warung yang telah berdiri sejak tahun 1991 ini.
Meski sedikit menguras isi kantong, namun memutuskan untuk makan malam disini adalah keputusan yang tepat. Sederhana, lezat, dan memuaskan, tepat seperti yang sedang saya inginkan.
Setelah perut kenyang hati riang, kita memutuskan untuk pulang ke penginapan. Oh ya kita menginap di Villa Alicia, yang berlokasi Jl. Bima no. 35 Pugeran, Maguwoharjo. Terletak sekitar 2KM dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Villa Alicia

Villa Alicia

Kamar di Villa Alicia

Villa yang cukup bagus dan kamar yang cukup nyaman untuk ditempati. Oh ya buat kalian yang ingin liburan di Jogyakarta bisa sewa villa ini, disini ada kamar dan guesthousenya. Silahkan hubungin Mba Tabitha (082220542720), karena mba tabitha ini juga tinggal disini karena villa ini juga bisa disewa bulanan ataupun harian.
Berhubung waktu sudah larut malam, akhirnya kita pun tidur. Mau tau keseruan trip kita di hari kedua?Tetap ikutin perjalanan kitaaa yaa, yang pasti bakalan seru :D

No comments:

Recent Post