Setelah kemarin
membahas petualangan kita di punthuk setumbu, sekarang kita akan mengunjungi
tempat wisata yang masih dalam area punthuk setumbu, yaitu Gereja Ayam.
Gereja
Ayam terletak di Bukit Rhema, salah satu dari sekian bukit yang berada di
jajaran Borobudur, tepatnya di Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan
Borobudur. Letaknya pun tak jauh dari punthuk setumbu *sekitar 500meter kurang
lebih, jangan sungkan gunakan GPS alias Gunakan Penduduk Setempat jika
kesusahan hehehe :D
Setelah kita sampai di area parkir di Gereja Ayam kita harus jalan kaki ke atas sekitar 300meter dengan jalanan menanjak. Bisa sih untuk parkir sampe atas cuma harus ekstra hati-hati, yaudin deh kita memilih parkir dibawah yang pasti safety hihihi...
Akhirnya kita sampai di depan halaman dari Gereja Ayam ini, tanpa basi-basi kita langsung pasang posisi untuk mengabadikan foto *cekrek cekrek lumayan buat nambah koleksi foto.
 |
| Gereja Ayam |
 |
| Gereja Ayam |
 |
| Gereja Ayam |
 |
| Gereja Ayam |
 |
| Gereja Ayam |
Menurut
masyarakat sekitar, Gereja Ayam sudah ada sejak tahun 1990-an. Bangunan ini
dulunya dijadikan sebagai tempat tinggal, sebelum akhirnya menjadi Gereja. Tapi
ada pula yang menyebutkan bahwa bangunan ini sejatinya bukan Gereja melainkan
rumah doa bagi siapa saja. Bahkan banyak yang menyebut sebagai Gereja Ayam
karena desain bangunannya mirip seekor ayam lengkap dengan ekor dan kepalanya.
Masyarakat kampung setempat dan sekitarnya menyebut "Banyak Angrem"
alias "Angsa Mengeram" karena postur badannya yang panjang mirip
dengan angsa. Padahal menurut cerita pembuatnya, bangunan ini justru meniru
bentuk seekor burung merpati.
Karena semakin rame pengunjung, kami pun memutuskan untuk turun bahkan
untuk bisa foto di atas sini kita pun harus mengantri dan sangat disayangkan
ketika melihat di sekeliling pagar banyak tulisan-tulisan coret-coret di
dinding. *ga boleh ditiru ya guys, tugas kita menjaga alam bukan malah untuk
mengrusaknya, hidup alam indonesia :D
Sedangkan
pada bagian bawahnya, ada banyak ruangan berukuran 2x1 meter tanpa jendela dan
pintu. Meski kurang jelas, bangunan sekat kamar pada lantai bawah itu berfungsi
untuk apa.
 |
| Ruang Bawah dari Gereja Ayam |
 |
| Ruang Bawah dari Gereja Ayam |
 |
| Ruang Bawah dari Gereja Ayam |
Walaupun
Gereja Ayam sudah lama terbengkalai, nggak terurus dan sudah banyak ditumbuhi
oleh tumbuh-tumbuhan, tapi bangunan ini masih berdiri dengan megahnya. Banyak
orang mengunjungi Gereja Ayam karena tertarik akan keindahan dan keunikannya,
tidak banyak dari mereka yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi untuk hunting foto. Bahkan banyak
pengunjung yang melaksanakan foto pra-wedding di tempat ini.
Siang yang panas, tak menyurutkan keceriaan kami untuk berfoto-foto. Selain di bagi di media sosial dan seiring dengan demam AADC 2. Namun terlebih lagi, untuk bekal bercerita kepada siapa pun dan semoga terinspirasi ya :)