Latest News

Saturday, July 9, 2016

Menikmati Keindahan Gereja Ayam


Setelah kemarin membahas petualangan kita di punthuk setumbu, sekarang kita akan mengunjungi tempat wisata yang masih dalam area punthuk setumbu, yaitu Gereja Ayam.

Gereja Ayam terletak di Bukit Rhema, salah satu dari sekian bukit yang berada di jajaran Borobudur, tepatnya di Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur. Letaknya pun tak jauh dari punthuk setumbu *sekitar 500meter kurang lebih, jangan sungkan gunakan GPS alias Gunakan Penduduk Setempat jika kesusahan hehehe :D


Setelah kita sampai di area parkir di Gereja Ayam kita harus jalan kaki ke atas sekitar 300meter dengan jalanan menanjak. Bisa sih untuk parkir sampe atas cuma harus ekstra hati-hati, yaudin deh kita memilih parkir dibawah yang pasti safety hihihi...

Akhirnya kita sampai di depan halaman dari Gereja Ayam ini, tanpa basi-basi kita langsung pasang posisi untuk mengabadikan foto *cekrek cekrek lumayan buat nambah koleksi foto.


Gereja Ayam
Gereja Ayam
Gereja Ayam
Gereja Ayam
Gereja Ayam
Menurut masyarakat sekitar, Gereja Ayam sudah ada sejak tahun 1990-an. Bangunan ini dulunya dijadikan sebagai tempat tinggal, sebelum akhirnya menjadi Gereja. Tapi ada pula yang menyebutkan bahwa bangunan ini sejatinya bukan Gereja melainkan rumah doa bagi siapa saja. Bahkan banyak yang menyebut sebagai Gereja Ayam karena desain bangunannya mirip seekor ayam lengkap dengan ekor dan kepalanya. Masyarakat kampung setempat dan sekitarnya menyebut "Banyak Angrem" alias "Angsa Mengeram" karena postur badannya yang panjang mirip dengan angsa. Padahal menurut cerita pembuatnya, bangunan ini justru meniru bentuk seekor burung merpati.

Sebelum kami pun memasuki ke dalam bangunan, ternyata ada penjaga di depan pintu dan kami pun di mintai biaya sebesar Rp 5.000 per orang, kata penjaga uang tersebut untuk membantu kelancaran pembangunan Gereja *semoga cepat selesai pembangunannya ya, amiin :D


Ketika masuk ke bangunan, terlihat bagian utama dari Gereja ini adalah sebuah aula yang berukuran sangat besar dan tidak di isi dengan perabot apapun. Bangunan ini dihiasi oleh ornamen-ornamen cantik dan vintage, ada tangga berbentuk aneh untuk naik ke lantai atas, sebuah ruangan yang luas tanpa sekat, seperti tempat untuk melakukan ibadah layaknya gereja.


Bentuk Bangunan di dalam Gereja Alam
Bentuk Bangunan di dalam Gereja Alam
Bentuk Ornamen di Gereja Ayam
Bentuk Ornamen di Gereja Ayam

Kami pun semakin penasaran dan menaiki sampe tangga terakhir dan sangat amazing karena kita berada di atas kepala dari Gereja Ayam dan melihat di sekeliling bener-bener amazing karena di sekitaran kita terdapat pepohonan yang sangat rindang dan belukar yang cukup banyak, ditambah angin yang berhembus benar-benar menyejukkan hati dan pikiran kala itu. 


Pemandangan di atas mulut Gereja Ayam
Pemandangan dari atas Mahkota Gereja Ayam
Pemandangan dari atas Mahkota Gereja Ayam
Pemandangan dari atas Mahkota Gereja Ayam
Pemandangan dari atas Mahkota Gereja Ayam
Pemandangan dari atas Mahkota Gereja Ayam
Karena semakin rame pengunjung, kami pun memutuskan untuk turun bahkan untuk bisa foto di atas sini kita pun harus mengantri dan sangat disayangkan ketika melihat di sekeliling pagar banyak tulisan-tulisan coret-coret di dinding. *ga boleh ditiru ya guys, tugas kita menjaga alam bukan malah untuk mengrusaknya, hidup alam indonesia :D

Sedangkan pada bagian bawahnya, ada banyak ruangan berukuran 2x1 meter tanpa jendela dan pintu. Meski kurang jelas, bangunan sekat kamar pada lantai bawah itu berfungsi untuk apa.


Ruang Bawah dari Gereja Ayam
Ruang Bawah dari Gereja Ayam
Ruang Bawah dari Gereja Ayam
Walaupun Gereja Ayam sudah lama terbengkalai, nggak terurus dan sudah banyak ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan, tapi bangunan ini masih berdiri dengan megahnya. Banyak orang mengunjungi Gereja Ayam karena tertarik akan keindahan dan keunikannya, tidak banyak dari mereka yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi untuk hunting foto. Bahkan banyak pengunjung yang melaksanakan foto pra-wedding di tempat ini.

Siang yang panas, tak menyurutkan keceriaan kami untuk berfoto-foto. Selain di bagi di media sosial dan seiring dengan demam AADC 2. Namun terlebih lagi, untuk bekal bercerita kepada siapa pun dan semoga terinspirasi ya :)

Recent Post