Lanjutan dari hari ke 4 di Malang. Baca artikel sebelumnya disini !!
2. Pantai Jelangkung
Lokasinya masih sejajar dengan Pantai Batu Bengkung. Di sini tidak ada papan nama pantainya, jadi orang awam pasti tidak tau nama pantai ini. Untuk memastikan nama pantai ini, saya bertanya kepada warga setempat.
Pantai Jelangkung ada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pantai ini terdapat persis di tepi jalan lintas selatan (JLS) Malang. Nama pantai ini memanglah unik serta buat siapa saja yang baru pertama mendengarnya terasa penasaran. Tetapi tidak seseram namanya, rona keindahan pantai ini malah nampak saat terang dari jalan raya yang telah mulus beraspal.
Ombak di Pantai Jelangkung cukup tinggi, namun saat hingga di bibir pantai ombak segera beralih pelan. Hal semacam ini lantaran ada karang yang ada seputar 10 mtr. saat sebelum bibir pantai. Tinggi karang itu cuma seputar 50 cm, tetapi memanjang selama pantai seputar 300 mtr., maka dari jauh terlihat seperti seorang yang tengah rebahan. Setiap saat ombak datang, air bakal berhenti di batu karang ini. Sesaat semburan air bakal melingkar pelan di badan karang seperti air yang tengah membelai. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke kawasan pantai ini.
3. Pantai Bajul Mati
Lokasiny masih sejajar dan masih di area Jalur Lintas Selatan. Lokasi pantai ini dekat sekali dengan sebuah jembatan sepanjang 90 meter berbentuk setengah lingkaran. Baik ukuran maupun desainnya sangat artistik karena melintang di atas sungai yang lebar, dengan pemandangan bukit-bukit karang dan lautan. Di sini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk mengambil foto. Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan. Dengan adanya Jalan Lintas Selatan ini berpengaruh terhadap kunjungan ke Bajulmati, karena jika berwisata ke Sendangbiru, pengunjung bisa mampir dahulu ke Bajulmati. Kami saat itu tiba disana sudah sore hari, jadi masih bisa melihat sunset.
Untuk memasukinya akan dipungut retribusi sebesar Rp 4.000 per orang. Di Pantai Bajulmati memiliki pasir putih yang masih bersih dengan hamparan bebatuan bebatuan karang yang terlihat begitu menawan. Kelebihan lainnya, Pantai Bajulmati ini mempunyai teluk-teluk yang indah. Pantai ini cukup dalam dan curam sehingga para pengunjung disarankan untuk tidak berenang.
Uniknya di tengah-tengah lautan terdapat beberapa pulau karang mirip bukit yang menyembul dari dalam laut. Hal itu membuat panorama pantai kian menarik. Hanya, pantai ini masih sepi pengunjung. Konon pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun 1890-an. Saat itu di sekitar pantai ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajulmati. Menurut pendapat yang lain, dinamakan Bajulmati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang yang bentuknya menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup.
2. Pantai Jelangkung
Lokasinya masih sejajar dengan Pantai Batu Bengkung. Di sini tidak ada papan nama pantainya, jadi orang awam pasti tidak tau nama pantai ini. Untuk memastikan nama pantai ini, saya bertanya kepada warga setempat.
Pantai Jelangkung ada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pantai ini terdapat persis di tepi jalan lintas selatan (JLS) Malang. Nama pantai ini memanglah unik serta buat siapa saja yang baru pertama mendengarnya terasa penasaran. Tetapi tidak seseram namanya, rona keindahan pantai ini malah nampak saat terang dari jalan raya yang telah mulus beraspal.
Ombak di Pantai Jelangkung cukup tinggi, namun saat hingga di bibir pantai ombak segera beralih pelan. Hal semacam ini lantaran ada karang yang ada seputar 10 mtr. saat sebelum bibir pantai. Tinggi karang itu cuma seputar 50 cm, tetapi memanjang selama pantai seputar 300 mtr., maka dari jauh terlihat seperti seorang yang tengah rebahan. Setiap saat ombak datang, air bakal berhenti di batu karang ini. Sesaat semburan air bakal melingkar pelan di badan karang seperti air yang tengah membelai. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke kawasan pantai ini.
3. Pantai Bajul Mati
Lokasiny masih sejajar dan masih di area Jalur Lintas Selatan. Lokasi pantai ini dekat sekali dengan sebuah jembatan sepanjang 90 meter berbentuk setengah lingkaran. Baik ukuran maupun desainnya sangat artistik karena melintang di atas sungai yang lebar, dengan pemandangan bukit-bukit karang dan lautan. Di sini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk mengambil foto. Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan. Dengan adanya Jalan Lintas Selatan ini berpengaruh terhadap kunjungan ke Bajulmati, karena jika berwisata ke Sendangbiru, pengunjung bisa mampir dahulu ke Bajulmati. Kami saat itu tiba disana sudah sore hari, jadi masih bisa melihat sunset.
Untuk memasukinya akan dipungut retribusi sebesar Rp 4.000 per orang. Di Pantai Bajulmati memiliki pasir putih yang masih bersih dengan hamparan bebatuan bebatuan karang yang terlihat begitu menawan. Kelebihan lainnya, Pantai Bajulmati ini mempunyai teluk-teluk yang indah. Pantai ini cukup dalam dan curam sehingga para pengunjung disarankan untuk tidak berenang.
Uniknya di tengah-tengah lautan terdapat beberapa pulau karang mirip bukit yang menyembul dari dalam laut. Hal itu membuat panorama pantai kian menarik. Hanya, pantai ini masih sepi pengunjung. Konon pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun 1890-an. Saat itu di sekitar pantai ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajulmati. Menurut pendapat yang lain, dinamakan Bajulmati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang yang bentuknya menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup.
No comments:
Post a Comment