Latest News

Sunday, May 22, 2016

PENDAKIAN CERIA DI GUNUNG PAPANDAYAN (2.655 MDPL) 15-17 Februari 2016

Haloo, kali ini kita akan menceritakan pengalaman dengan teman-teman melakukan pendakian ceria ke salah satu Gunung yang terkenal di Garut, yaaapss.. Gunung Papandayan. Sama seperti yang kita biasa lakukan sebelumnya, bahwa kali ini pun kita melakukan sistem sharing cost, guna untuk menggunakan duit seminimal mungkin. Baiklah, kita akan bercerita sedikit mengenai Gunung Papandayan ini.
Gunung Papandayan adalah gunung api strato yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2662 Mdpl ini terletak sekitar 70 Km sebelah tenggara Kota Bandung. Gunung Papandayan sekarang ini sudah menjadi obyek wisata alam yang sudah tidak asing dikunjungi orang-orang karena treknya cocok untuk pendaki pemula. Selain itu, terdapat cukup banyak destinasi yang bagus seperti pemandangan kawah dengan asap-asapnya, jurang-jurang dengan tebingnya, tegal alun (padang edelweiss), hutan mati, hamparan tanah putih dan bintang-bintangnya langit Papandayan yang tak jarang milky way bisa dinikmati dengan mata telanjang
Okay langsung saja, kita akan berbagai pengalaman kami dan teman-teman ketika backpacker ke Gunung Papandayan ini. Awalnya, memang sudah merencakan ini jauh-jauh haari bersama teman saya waktu trip di Belitung kemarin, kemudian dia membuka tread di BPI (www.backpackerindonesia.com) dan banyak yang tertarik. Finally, 14 para pembolang siap berangkat, segala persiapan baik logistic atau kebutuhan masing-masing sudah tertata rapi di carrier ataupun daypack masing-masing dan saat nya meluncur ke Gunung Papandayan.
Sesuai dengan persetujuan, meeting point kami di Pool Primajasa Cililitan pukul 22.00 karena kita menggunakan bus Primajasa jurusan Jakarta-Garut *lumayan perjalanan sekitar 4 jam, kita habiskan dengan tidur nyenyak. Setelah sampai di Terminal Garut dilanjutkan dengan naik angkot untuk sampai di kecamatan Cisurupan dan akhirnya sampai jugaa di pertigaan Kec. Cisurupan, patokan pertigaan itu adalah alun-alun Cisurupan ada lapangan sepak bola dan dekat dengan pasar Cisurupan. Selain itu terdapat masjid yang besar. Setelah itu, jika kalian datang bergerombol dengan menggunakan hiking style tentunya akan langsung diserbu oleh Calo dan calo tersebut akan menawarkan kalian untuk menaiki kol alias mobil bak terbuka. Menurut kabar yang beredar untuk harga satu kol sekitar Rp 250.000 ke atas, karena saat itu sedang musim mendaki maka sebanyak apapun orang yang ada dalam kol tersebut akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 dan satu dolak  bisa menampung 20an orang sehingga agak berdesak-desakan satu sama lain. Dari pertigaan Cisurupan menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke Gerbang masuk Gunung Papandayan.

Ekspresi ketika naik Kol menuju Gerbang masuk
Berhubung Gunung Papandayan sudah menjadi tempat wisata, tiket masuk ke wisata tersebut adalah Rp 15.800 per orang, itu sudah termasuk dengan tempat melapor dan membayar uang keamanaan dan kebersihan. Karena waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, kita santai-santai dulu di warung sembari makan indomie dan minum teh anget karena hawanya dingin bangeett bo’..
Setelah beristirahat dan perutpun kenyang, akhirnya kami pun bergegas menuju pendakian Gunung Papandayan. Jalan pertama yang dilalui trek yang datar, berbatu dengan tebing, jurang, kawah dan asap kawah sebagai pemandangannya. Namun semakin lama bau belerang pun menyengat, maka dari itu jangan lupa memakai masker. Hanya sedikit trek yang terjal dilewati, kebanyakan trek yang datar.

Cheeerrs senyuum sebelum mendaki
*dari ujung sebelah kanan : Cowo (Doni, Iman, Tiki, Edwin, Om Anton, Aldy & Yoga)
Cewe (Nisa, Puspita, Dutia, Nabila, Tepi)
Kawah Papandayan
Kawah ini berada di area pos pertama kita memasuki Gunung Papandayan, pemandangan sekitar dihiasi dengan tebing-tebing yang menjulang dengan jalan yang berbatu, tanah warna putih yang ke kuning-kuningan, asap kawah yang ga begitu mengepul serta bau belerang yang menyengat. Terdapat pula banyak batu-batu besar yang sangat disayangkan karena banyak sekali coret-coretan pada setiap batu sehingga membuat batu tersebut tidak Indah L


Mendaki bersama-sama
Dari kawah papandayan sampe ke pos kedua lumayan jauh karena kita harus melewati trek batu-batu yang lumayan terjal dan licin *harus hati-hati banget.

Welcome to Kawah Papandayan
Kawah Gunung Papandayan

Kawah Papandayan bersama teman-teman

Kawah Papandayan dari Jauh

Kawah Papandayan dari dekat

Pondok Salada
Pos pendakian yang biasa digunakan untuk area camping di Papandayan adalah Pondok Salada dan untuk sampai di Pondok Salada ini memakan waktu 3-4 jam. Hamparan tanah luas yang dihiasi dengan beberapa tumbuhan salah satunya edelwies itu sesak dengan sekian jumlah tenda yang berwarna warni. Karena siang itu terlalu rame, akhirnya kita mendirikan tenda di area sebelum Pondok Salada. Karena saking capeknya, kami memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum memulai memasak untuk makan siang.
Tidak perlu kuatir ternyata di daerah Pondok Salada ini terdapat banyak pedagang makanan bahkan ada pedagang cuangki juga loh disana, *huuuu jarang-jarang kan ada yang jualan cuangki di Gunung. Selain itu terdapat toilet di area warung-warung tersebut. Warung-warung disana kurang lebih ada 6 warung buah yang tiap warung berjualan popmie, air mineral, gorengan dan rokok *jadi tenang sajaaa, ga bakal kelaparan ataupun kehausan disini.

Tenda Kitaa
Setelah tenda berdiri, kita bagi tugas untuk masak. Ada yang bagian masak nasi dan ada yang bagian masak lauknya, banyak suka duka dalam memasak kali ini karena rata-rata dari kami pemula memasak di Gunung dengan peralatan seadanya. Setelah 1 jam berlalu, taraaaaa akhirnya makanan sudah mataaang dan kita berkumpul untuk menyantap makan siang kami yang ala kadarnya ini *maklum semua makanan berasa enak kalo di Gunung ehehehe :D

Memasak sangat minimum sekali

*Taraa hasil masakan kita ala kadarnya
Selfie dulu sebelum makan :D
Setelah tenaga terisi penuh, kami memanfaatkan waktu untuk santai-santai sedikit di tenda dan jalan-jalan di area camping. Selang istirahat yang singkat sekitar 45 menit kita melanjutkan untuk jalan-jalan ke Hutan Mati.
*Auooooo ada tarzan di Papandayan hahaha :D
Wefie dulu di sekitar area camping

Wefie lagi *cheeers jangan lupa senyum 

Hutan Mati
Sesuatu yang di anggap mati, namun tetap memberi keindahan, itulah alam. Hutan mati ini juga jadi tempat paling hits di Papandayan. Pernakah berpikir siapa yang menanam pohon-pohon di Papandayan sebanyak bukit dan hampir menutupi semua gunung Papandayan?Keren bukan? Alam memang selalu tiada hentinya memberi apapun apa yang lebih dari kita butuhkan dan kamu bakal takjub setelah memasuki area hutan mati ini. Tanpa membuang-buang waktu akhirnya kami pun foto-foto donggg hehee :D
Area Camping di Pondok Saladah

Papan penunjuk Hutan Mati
Hutan Mati Papandayan
Hutan Mati Papandayan

Hutan Mati Papandayan

Hutan Mati Papandayan

Hutan Mati Papandayan

Melompat bersama *yeaaaah
Karena hari semakin Gelap akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke area camping kita dan duduk-duduk manis sembari bercerita satu sama lain. Hari semakin Gelap dan kita pun kembali masak untuk makan malam yang pasti ala kadar nya.
Nah ada hal menarik ketika kita masak untuk makan malam, ada seekor babi hutan di area camping kita, spontan kita teriak dan mengarahkan senter ke arah babi tersebut karena takut si babi menyeruduk tenda L *agak deg-deg an sih. Setelah masalah babi selesai dan masakan sudah matang langsung deh menyantap makan malam sembari melihat gugusan bintang yang bersinar terang dan setelah makan kemudian kita beristirahat untuk menuju Puncak Papandayan besok pagi.

Puncak Papandayan
Pukul 03.30 WIB kita sudah bangun dan mempersiapkan untuk menuju puncak Papandayan. Trek menuju puncak sangat berbeda dengan trek saat menuju Pondok Salada yang relative landai dan tandus. Sedangkan trek menuju puncak di dominasi oleh hutan lebat dan sangat menanjak. Kami pun harus memanjat batu yang tingginya hampir setinggi kepala. Semakin ke atas tanjakan semakin tinggi dan harus hati-hati. Sekitar 05.30 WIB, akhirnya kami mencapai puncak Papandayan. Sedikit berbeda dengan puncak gunung pada umumnya, puncak Papandayan berupa dataran savanna. Meskipun demikian, keindahannya tetap luar biasa karena bisa memandang Gunung Cikurai dan Gunung Gede dari jauh. *tak ingin cepat-cepat berlalu sih ini sepertinya hehehe :D dan agak PR nih turun dari puncak tapi ya akhirnya kita berhasil turun dari puncak kemudian tak lupa mengunjungi Tegal Alun.

Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl

Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl
Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl
(Fridh, Aku & Yoga)

Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl with ramean
Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl with ramean
Memandang Gunung Gede dari kejauhan

Gunung Gede dari kejauhan
Tegal Alun
Tibalah kami memasuki area ladang edelweiss atau nama kerennya tegal alun J sumringah kebanggan merembet di detak jantung kami, Nampak tempat ini sangat mengesankan dan sangat rekomended banget buat kesini, yah ibarat kata kalo ga ke tegal alun sama aja kamu ga pergi ke Papandayan hahaha.

Ladang Edelweis

Ladang Edelweis with kesayangan

Ladang Edelweis 

Ladang Edelweis with kesayangan

Ladang Edelweis with kesayangan
Setelah foto-foto akhirnya kita turun ke area camping dan yahuuuut ternyata sarapan pagi sudah tersedia *karena ada beberapa temen yang ga summit ke Puncak, yaudah sikaaat bleeeeeh hehehe :D Sarapan sudah selesai, akhirnya kita bergegas bongkar tenda dan siap-siap untuk turun ke pos pertama.

Perjalanan Turun di liputi oleh kabut

Terima Kasih Papandayan atas pengalaman selama kita disini :)
Mungkin sekian cerita dari kami mengenai pengalaman mendaki ke Gunung Papandayan, tentunya perasaan atas pengalaman ini lebih berkesan. Untuk kalian yang ingin mendaki Papandayan merupakan gunung yang relatif cocok untuk pemula dengan pemandangan yang disajikan sangatlah Indah. Setiap perjalanan memang sudah mempunyai nasib masing-masing, namun yang terpenting ketika kita mendaki Gunung yaitu keselamatan dan kebersihan. Jangan hanya karena ingin di cap sebagai pendaki kalo disana Cuma bertingkah dan bahkan nyampah sembarangan. Karena di Gunung, kita bakal tau bagaimanan karakter seorang teman atau bukan dan terima kasih kepada ke-empat belas teman travel saya kali ini, tanpa kalian tanpa semangat dari kita semua akhirnyaaa we can do it !!! Sampai jumpa di tulisan selanjunyaa, semoga bermanfaat J

Rincian Biaya :

* Biaya Transportasi

   Bus Primajasa PP                 : Rp 104.000

   Angkot Cisurupan PP            : Rp 40.000

   Kol menuju Pintu Masuk PP  : Rp 40.000

* Biaya Masuk                         : Rp 15.500

* Biaya Logistik + Gas             : Rp 17.500


Total Share Cost Rp 217.000 per orang

No comments:

Recent Post