Haloo, kali ini kita akan
menceritakan pengalaman dengan teman-teman melakukan pendakian ceria ke salah
satu Gunung yang terkenal di Garut, yaaapss.. Gunung Papandayan. Sama seperti yang kita biasa lakukan sebelumnya,
bahwa kali ini pun kita melakukan sistem sharing cost, guna untuk menggunakan
duit seminimal mungkin. Baiklah, kita akan bercerita sedikit mengenai Gunung
Papandayan ini.
Gunung Papandayan adalah gunung
api strato yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan
Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2662 Mdpl ini terletak sekitar 70 Km
sebelah tenggara Kota Bandung. Gunung Papandayan sekarang ini sudah menjadi
obyek wisata alam yang sudah tidak asing dikunjungi orang-orang karena treknya
cocok untuk pendaki pemula. Selain itu, terdapat cukup banyak destinasi yang
bagus seperti pemandangan kawah dengan asap-asapnya, jurang-jurang dengan
tebingnya, tegal alun (padang edelweiss), hutan mati, hamparan tanah putih dan
bintang-bintangnya langit Papandayan yang tak jarang milky way bisa dinikmati
dengan mata telanjang
Okay langsung saja, kita akan
berbagai pengalaman kami dan teman-teman ketika backpacker ke Gunung Papandayan
ini. Awalnya, memang sudah merencakan ini jauh-jauh haari bersama teman saya
waktu trip di Belitung kemarin, kemudian dia membuka tread di BPI (
www.backpackerindonesia.com) dan
banyak yang tertarik. Finally, 14 para pembolang siap berangkat, segala
persiapan baik logistic atau kebutuhan masing-masing sudah tertata rapi di
carrier ataupun daypack masing-masing dan saat nya meluncur ke Gunung
Papandayan.
Sesuai dengan persetujuan,
meeting point kami di Pool Primajasa Cililitan pukul 22.00 karena kita
menggunakan bus Primajasa jurusan Jakarta-Garut *lumayan perjalanan sekitar 4
jam, kita habiskan dengan tidur nyenyak. Setelah sampai di Terminal Garut
dilanjutkan dengan naik angkot untuk sampai di kecamatan Cisurupan dan akhirnya
sampai jugaa di pertigaan Kec. Cisurupan, patokan pertigaan itu adalah
alun-alun Cisurupan ada lapangan sepak bola dan dekat dengan pasar Cisurupan. Selain
itu terdapat masjid yang besar. Setelah itu, jika kalian datang bergerombol
dengan menggunakan
hiking style
tentunya akan langsung diserbu oleh Calo dan calo tersebut akan menawarkan
kalian untuk menaiki kol alias mobil bak terbuka. Menurut kabar yang beredar
untuk harga satu kol sekitar Rp 250.000 ke atas, karena saat itu sedang musim
mendaki maka sebanyak apapun orang yang ada dalam kol tersebut akan dikenakan
biaya sebesar Rp 20.000 dan satu dolak
bisa menampung 20an orang sehingga agak berdesak-desakan satu sama lain.
Dari pertigaan Cisurupan menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke
Gerbang masuk Gunung Papandayan.
 |
| Ekspresi ketika naik Kol menuju Gerbang masuk |
Berhubung Gunung Papandayan sudah
menjadi tempat wisata, tiket masuk ke wisata tersebut adalah Rp 15.800 per
orang, itu sudah termasuk dengan tempat melapor dan membayar uang keamanaan dan
kebersihan. Karena waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, kita santai-santai
dulu di warung sembari makan indomie dan minum teh anget karena hawanya dingin
bangeett bo’..
Setelah beristirahat dan perutpun
kenyang, akhirnya kami pun bergegas menuju pendakian Gunung Papandayan. Jalan
pertama yang dilalui trek yang datar, berbatu dengan tebing, jurang, kawah dan
asap kawah sebagai pemandangannya. Namun semakin lama bau belerang pun
menyengat, maka dari itu jangan lupa memakai masker. Hanya sedikit trek yang
terjal dilewati, kebanyakan trek yang datar.
 |
| Cheeerrs senyuum sebelum mendaki |
 |
*dari ujung sebelah kanan : Cowo (Doni, Iman, Tiki, Edwin, Om Anton, Aldy & Yoga)
Cewe (Nisa, Puspita, Dutia, Nabila, Tepi) |
Kawah Papandayan
Kawah ini berada di area pos
pertama kita memasuki Gunung Papandayan, pemandangan sekitar dihiasi dengan
tebing-tebing yang menjulang dengan jalan yang berbatu, tanah warna putih yang
ke kuning-kuningan, asap kawah yang ga begitu mengepul serta bau belerang yang
menyengat. Terdapat pula banyak batu-batu besar yang sangat disayangkan karena
banyak sekali coret-coretan pada setiap batu sehingga membuat batu tersebut
tidak Indah
L
 |
| Mendaki bersama-sama |
Pondok Salada
Pos pendakian yang biasa
digunakan untuk area camping di Papandayan adalah Pondok Salada dan untuk
sampai di Pondok Salada ini memakan waktu 3-4 jam. Hamparan tanah luas yang
dihiasi dengan beberapa tumbuhan salah satunya edelwies itu sesak dengan sekian
jumlah tenda yang berwarna warni. Karena siang itu terlalu rame, akhirnya kita
mendirikan tenda di area sebelum Pondok Salada. Karena saking capeknya, kami
memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum memulai memasak untuk makan siang.
Tidak perlu kuatir ternyata di
daerah Pondok Salada ini terdapat banyak pedagang makanan bahkan ada pedagang
cuangki juga loh disana, *huuuu jarang-jarang kan ada yang jualan cuangki di
Gunung. Selain itu terdapat toilet di area warung-warung tersebut.
Warung-warung disana kurang lebih ada 6 warung buah yang tiap warung berjualan
popmie, air mineral, gorengan dan rokok *jadi tenang sajaaa, ga bakal kelaparan
ataupun kehausan disini.
 |
| Tenda Kitaa |
Hutan Mati
Karena hari semakin Gelap
akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke area camping kita dan duduk-duduk
manis sembari bercerita satu sama lain. Hari semakin Gelap dan kita pun kembali
masak untuk makan malam yang pasti ala kadar nya.
Nah ada hal menarik ketika kita
masak untuk makan malam, ada seekor babi hutan di area camping kita, spontan
kita teriak dan mengarahkan senter ke arah babi tersebut karena takut si babi
menyeruduk tenda L
*agak deg-deg an sih. Setelah masalah babi selesai dan masakan sudah matang
langsung deh menyantap makan malam sembari melihat gugusan bintang yang
bersinar terang dan setelah makan kemudian kita beristirahat untuk menuju
Puncak Papandayan besok pagi.
Puncak Papandayan
Tegal Alun
Setelah foto-foto akhirnya kita
turun ke area camping dan yahuuuut ternyata sarapan pagi sudah tersedia *karena
ada beberapa temen yang ga summit ke Puncak, yaudah sikaaat bleeeeeh hehehe :D
Sarapan sudah selesai, akhirnya kita bergegas bongkar tenda dan siap-siap untuk
turun ke pos pertama.
 |
| Perjalanan Turun di liputi oleh kabut |
 |
| Terima Kasih Papandayan atas pengalaman selama kita disini :) |
Mungkin sekian cerita dari kami
mengenai pengalaman mendaki ke Gunung Papandayan, tentunya perasaan atas
pengalaman ini lebih berkesan. Untuk kalian yang ingin mendaki Papandayan
merupakan gunung yang relatif cocok untuk pemula dengan pemandangan yang
disajikan sangatlah Indah. Setiap perjalanan memang sudah mempunyai nasib
masing-masing, namun yang terpenting ketika kita mendaki Gunung yaitu
keselamatan dan kebersihan. Jangan hanya karena ingin di cap sebagai pendaki
kalo disana Cuma bertingkah dan bahkan nyampah sembarangan. Karena di Gunung,
kita bakal tau bagaimanan karakter seorang teman atau bukan dan terima kasih
kepada ke-empat belas teman travel saya kali ini, tanpa kalian tanpa semangat
dari kita semua akhirnyaaa we can do it !!! Sampai jumpa di tulisan
selanjunyaa, semoga bermanfaat J
Rincian Biaya :
* Biaya Transportasi
Bus Primajasa PP : Rp 104.000
Angkot Cisurupan PP : Rp 40.000
Kol menuju Pintu Masuk PP : Rp 40.000
* Biaya Masuk : Rp 15.500
* Biaya Logistik + Gas : Rp 17.500
Total Share Cost Rp 217.000 per orang
No comments:
Post a Comment