Latest News

Thursday, June 23, 2016

Menikmati Kesunyian di Punthuk Setumbu Magelang

Waktu terus berlalu dan ga sadar kalo hari ini hari terakhir kami menikmati suasana di Yogyakarta *sedih sih (baca cerita sebelumnya di sini), karena masih banyak tempat wisata disini yang kami ingin eksplore lebih but someday saya pasti akan mengunjungi kota Yogyakarta lagi heheehhe :D
Sebelum memulai perjalanan kembali ke rumah, kami pun memutuskan untuk mengunjungi tempat yang fenomenal di dunia backpacker saat ini, yaitu Punthuk Setumbu. 

Punthuk Setumbu
Bukit Punthuk Setumbu terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 44 km dari Yogyakarta, Punthuk Setumbu bisa ditempuh antara 1 – 1,5 jam berkendara. Rute menuju Punthuk Setumbu sangatlah mudah. Dari depan Taman Wisata Candi Borobudur, paculah kendaraanmu menuju Hotel Manohara, kemudian lurus terus ke arah Perbukitan Menoneh. Tak jauh dari hotel terdapat petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise. Cukup ikuti petunjuk arah tersebut dan berkendara sekitar 10 menit, maka kamu akan tiba di kawasan parkir Punthuk Setumbu.

Untuk lokasi parkir utamanya ada setelah kita menanjak hampir sekitar 400m, namun untuk parkir bisa dikatakan sempit karena hanya muat untuk beberapa mobil saja, tapi di kanan kiri rumah penduduk bisa dijadikan tempat parkir dan untuk motor sudah ada tempat motor sendiri. Jadi jangan khawatir jika kalian tidak kebagian tempat parkir.

Setelah itu kita akan jalan ke posko resmi, di dalam posko itu terdapat toilet, mushola, tempat untuk beristirahat, warung dan penjualan tiket. Untuk tiket masuk kesana nya cukup murah hanya 15ribu untuk domestik aja, sedangkan untuk turis sebesar 30ribu.

Tiket Masuk Punthuk Setumbu
Tiket Masuk Punthuk Setumbu
Konon kata nya, sebelum dikembangkan menjadi tempat wisata seperti sekarang, dulunya Punthuk Setumbu hanyalah ladang di daerah perbukitan. Lambat laun semakin dikenal tidak hanya di kalangan fotografer namun juga dikalangan wisatawan. 

Untuk mencapai puncak Punthuk Setumbu, kita harus trekking sekitar 30-45 menit tergantung dari kecepatan melangkah. Walaupun terkesan hanya bukit pendek, trekking disini mampu membuatmu berkeringat, karena jalan yang ditempuh semakin naik dengan kondisi tanah, jadi disarankan memakai sepatu yang membuat kita nyaman *bukan cuma pasangan yang membuat kita nyaman hihihi :D


Trekking menuju Punthuk Setumbu
Trekking menuju Punthuk Setumbu
Trekking menuju Punthuk Setumbu
Di puncak terdapat tempat cukup lapang yang dijadikan lokasi melihat sunrise dan di puncak ini juga terdapat beberapa gazebo dan kursi-kursi kayu tempat melepaskan lelah dan penat.


View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang
View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang 
View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang
View Punthuk Setumbu waktu siang
View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang

View Punthuk Setumbu waktu siang
View Punthuk Setumbu waktu siang

Aktivitas yang bisa dilakukan di Punthuk Setumbu :
·       Sunrise Seeing
Punthuk Setumbu Nirvana Sunrise, itulah tagline bukit ini. Hal itu bukanlah sesuatu yang berlebihan, sebab pemandangan pagi hari di Punthuk Setumbu benar-benar mempesona,breathtaking. Jika kamu tiba sekitar jam 5, lautan lampu di kejauhan menjadi pemandangan yang bisa kamu saksikan. Seiring pagi tiba, lampu-lampu itu akan mati satu persatu dan berganti dengan pertunjukan kolosal semesta. Langit akan berubah warna dari gelap, merah, kuning keemasan, dan berakhir dengan biru bersih. Matahari pun akan muncul malu-malu dari punggungan gunung.
·        Hunting Foto
Kalo kamu suka memotret, maka tempat ini adalah salah satu spot terbaik untuk mengabadikan Candi Borobudur di kala fajar. Jika datang pada musim-musim terbaiknya (Juni – Agustus), kamu bisa mengabadikan matahari yang terbit dari balik Gunung Merapi atau Merbabu, bahkan terkadang muncul tepat di tengah dua gunung tersebut.
·        Trekking
Untuk mencapai puncak bukit Punthuk Setumbu, kamu harus trekking menyusuri jalan makadam dari tempat parkir. Setelah jalan makadam berakhir, trekking dilanjutkan dengan melewati jalan setapak dan mendaki anak tangga dari tanah. Udara yang basah, cuaca dingin, serta jalan yang becek terkena embun akan menjadikan aktivitas ini cukup menantang. Namun semua kelelahan ini akan terbayar lunas ketika kamu sudah tiba di puncak bukit.


Selain bisa melihat view Candi Borobudur dari ini, kita pun juga bisa melihat Gereja Jago / Gereja Ayam. Bangunan yang menyerupai ayam ini terlihat dengan jelas dari puncak Punthuk Setumbu. Bagian kepalanya lengkap dengan tali dan jenggernya menyembul di antara pepohonan. Bentuknya yang unik menyerupai ayam menjadikan bangunan ini dikenal dengan nama gereja ayam meski tempat in bukan gereja. Wah unik nyaa? jangan sampai melewatkan tempat ini. 

Tips Mengunjungi Bukit Punthuk Setumbu
·     Perjalanan dari Jogja hingga parkiran Punthuk Setumbu memakan waktu sekitar 1 –1,5 jam. Supaya tidak terlambat menyaksikan sunrise, pastikan kamu berangkat pagi-pagi benar sekitar pukul 03.30 atau 04.00 WIB. Semakin cepat kamu tiba, semakin strategis posisi yang kamu dapatkan.
·      Jalanan setapak yang basah terkena embun pagi menyebabkan medan menjadi licin. Gunakan alas kaki yang nyaman seperti sepatu olahraga atau sandal gunung yang mampu mencengkeram tanah dengan kuat.
·       Saat trekking tubuh kita akan terasa gerah, namun setibanya di puncak angin bertiup cukup kencang menerpa badan. Karena itu bawalah baju hangat supaya tidak kedinginan.
·     Meski di sepanjang jalan menuju puncak Bukit Punthuk Setumbu sudah ada lampu, sebaiknya kamu membawa senter atau headlamp untuk menerangi perjalananmu.
·  Waktu terbaik untuk mengunjungi Punthuk Setumbu adalah musim kemarau, khususnya Juni – Agustus, sebab jalanan tidak becek. Selain itu peluang untuk mendapatkan sunrise yang mempesona cukup besar. Bawalah minuman hangat dan camilan yang bisa dimakan di sepanjang jalan atau saat menunggu mentari muncul.
Walaupun waktu kami mengunjungi Punthuk Setumbu bisa dikatakan tidak tepat, kami pun tidak menyesal karena kami masih bisa  melihat keindahan Candi Borobudur, Candi Mendhut dan Gereja Ayam. Karena hari semakin siang dan semakin rame pengunjung yang datang, kami pun menyudahi dan memutuskan untuk ke tempat selanjutnya..penasaran kan??? tetap stay disini dan jangan kemana-mana :D :D

Wednesday, June 22, 2016

Pantai Kasap, Ini di Pacitan Bukan Raja Ampat


Pacitan dikarunia pesona alam yang luar biasa, terutama pantai. Kali ini kita akan mengajak traveller mengunjungi Pantai Kasap. Pantai Kasap terletak di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Seperti halnya karakter pantai-pantai Pacitan bagian barat, pantai Kasap ini juga berpasir putih dan berombak dahsyat. Walau garis pantainya sendiri cukup sempit berbentuk teluk berpasir melengkung dan di apit tebing sisi kiri dan kananya.

Di tepi pantai ini traveller bisa bersantai merasakan angin yang semilir sambil menikmati deburan ombak pantai selatan yang memutih. Untuk yang menginginkan sensasi berbeda, tak ada salahnya traveller mencoba menaiki bukit berumput hijau disisi kiri pantai ini. Dan rasakanlah keindahan pantai Kasap ini dari atas bukit.

Tak hanya itu, jika traveller mengunjungi Pantai Kasap pada sore hari, maka traveller bisa menyaksikan sunset dari bukit ini. Sekaligus mangabadikanya dengan kamera kesayangan traveller. Selain itu traveller juga bisa menikmati indahnya pemandangan sebelah barat yaitu pulau-pulau Pantai Watukarung hanya dengan mendaki tebing di atas Pantai Kasap ini.

Dari tebing ini juga terlihat pantai-pantai sebelah timur diantaranya yang paling dekat adalah Pantai Denombo, karena sebenarnya tebing ini juga merupakan batas alam antara pantai Kasap dan Pantai Denombo / Benteng mati. Di timurnya lagi terlihat Pantai Sruni dan dari kejauhan juga terlihat pulau-pulau karang Pantai Srau.

Jalur Menuju Pantai Kasap

Yang pertama Dari arah barat Solo / Jogja lewat jalur ke Goa Gong, Dari manapun anda datang masuk jalur Pacitan - Solo, dan belok di Kecamatan Punung tepatnya barat pasar (dekat masjid) yaitu pertigaan ke Goa Gong, kalau dari arah Solo belok kanan. Ikuti jalan hingga sampai di pertigaan komplek Goa Gong, lalu belok kanan ikuti jalan ke Pantai Klayar atau Desa Kalak hingga sampai di perempatan kalak belok kiri. Ikuti terus jalan utama, ketika sampai di pertigaan ke Klayar, anda ambil jalan yang lurus saja ikuti terus jalur utama arah Pantai Watukarung / Pantai Srau hingga bertemu pertigaan arah Watukarung belok kanan, ikuti terus jalan utama hingga bertemu lokasi tiketing masuk Pantai Watukarung.

Nah di depan situ ada persimpangan jalan kecil kekiri dengan Papan penunjuk arah ke Pantai Sruni, Kasap, dan lain-lain, ikuti jalan kekiri di depan lokasi tiket masuk Watukarung itu melewati jembatan (lalu bersambung jalan rabat) hingga bertemu papan kecil non permanen ke pantai Kasap di kanan jalan, Di situ parkir lalu jalan kaki melewati jalan setapak di sisi kanan jalan itu maka akan sampai di pantai Kasap.

Yang kedua adalah dari Pacitan kota melalui jalur bus (lewat atas Pantai Telengria) terus ikuti arah Pantai Srau / Watukarung yaitu sampai pertigaan Pringkuku belok kiri (arah Srau). Terus lalu sampai pertigaan lagi belok kanan ikuti arah Watukarung / Klayar (di setiap persimpangan ada papan Penunjuk arah permanen), terus ikuti jalur utama sampai pertigaan Watukarung - Klayar. pilih arah Watukarung yang belok kiri, terus ikuti sampai bertemu persimpangan yang bertuliskan ke Pantai Sruni, Kasap, Dll (belok kiri setelah lokasi tiket masuk pantai Watukarung) seperti rute pertama tadi untuk sampai di Pantai.

Selamat berpetualang...

Monday, June 20, 2016

Menikmati Sunset di Candi Ratu Boko Yogyakarta

Candi Ratu Boko
Ini merupakan trip lanjutan dari cerita sebelumnya yang masih di Yogyakarta (Baca di sini). Kali ini kami berada di Candi Ratu Boko. Candi Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran, salah satu keturunan warga Shailendra. Candi ini didirikan untuk tempat menyepi dan mefokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di candi ini, kita bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambananan.


Candi Ratu Boko
Kartu Masuk Candi Ratu Boko
Peta Taman Wisata Candi Ratu Boko
Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut dengan area seluas 250.000 m2 dan terbagi menjadi empat yaitu bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak dan Paseban. Bagian tenggara meliputi Pendopo, balai-balai, 3 candi, kolam dan kompleks keputren. Untuk kompleks gua, stupa Budha dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.
Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Candi Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil, maka sesuai nama istana ini menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat tinggal. Itu ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski kini yang tertinggal hanya batu saja. Jika di telusuri maka di dapat lebih banyak lagi, salah satunya pemandangan senja yang sangat indah.


Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko 
Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko
Bahkan ada yang bilang kalau Candi Ratu Boko merupakan tempat yang bagus untuk menikmati untuk matahari terbenam. Untuk lokasinya sendiri tidak jauh dari candi Prambanan sekitar 3 saja. Memasuki areal Ratu Boko, kami pun di sapa hijaunya dedaunan dan hembusan angin. Kami pun membeli tiket masuk dan setelah membayar kami pun melewati gerbang masuk, sebuah pohon dengan buah hijau besar menyita perhatian kami. Nah ternyata buah itu adalah buah Majapahit. Baru tau hihi :D

Walaupun namanya Ratu Boko, jangan mengambil kesimpulan bahwa pemimpin kerajaan ini dulunya adalah perempuan. Ratu Boko sendiri berasal dari cerita rakyat setempat yang dalam bahasa Jawa bermakna 'Raja Heron'. Ia adalah ayah dari Roro Jonggrang yang menjadi nama candi utama di kompleks candi Prambanan.

Walaupun tidak terkenal seperti Candi Prambanan dan Borobudur, ternyata Ratu Boko menyimpan keunikan dan kemegahan tersendiri dari istana yang dibangun sekitar abad ke - 8 tersebut. Bangunan dengan kelengkapan yang hampir sempurna mirip dengan istana-istana di negara lain, hal ini membuktikan bahwa masyarakat jawa jaman dulu sudah berkembang mengenai arsitektur dan sosiologi kemasyarakatan.


Secara arkeologi, dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sebelah bukit barat dan timur. Untuk sebelah barat berupa jalan setapak, saluran air, kolam-kolam. Sedangkan di bagian timur terbagi menjadi tiga yaitu tenggara, barat dan timur. Untuk sisa yang berada di sebelah barat menyimpan beberapa peninggalan seperti candi putih, gapura 1 & 2 dan terdapat dua buah batur, kita bisa menjumpai nya ketika masuk pertama di Candi ini.


Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko
Untuk tiket masuknya relatif murah cukup membayar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak, belum termasuk tiket parkir. Kita tinggal jalan di jalan menapaki tangga demi tangga dan melewati gapura istana yang berjumlah dua di depan. Selain itu terdapat pohon rindang, disni merupakan tempat favorit untuk berfoto. 
Pohon Rindang di Candi Ratu Boko
Matahari yang agak tinggi ditambah ramainya pengunjung waktu itu tak membuat kami enggan meninggalkan tempat ini karena kami penasaran dengan sunset disini. Ga terlalu lama kami menunggu, sunset pun tiba dan saatnya menikmati sunset yang indah bersama orang yang spesial sambil bercengkarama alias ngobrol-ngobrol cantik hihihih :D


Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Sunset di Candi Ratu Boko
Tips mengunjungi Candi Ratu Boko :

  • Datanglah menjelang sore, jangan lebih dari jam 16.00 selain terlihat terang dan tidak terlalu lama menunggu untuk melihat sunset.
  • Gunakan sandal atau sepatu yang membuat nyaman, diusahakan memakai pakaian yang menyerap keringat karena jalan nya yang lumayan jauh ditambah terik matahari yang panasnya bukan main.
  • Jangan lupa membawa alas koran, karena cocok banget buat duduk bersantai sembari piknik.
  • Kalau kesorean maka tidak bisa masuk ke area candi ini, dan hanya bisa duduk-duduk di restoran.
  • Yang terakhir jangan lupa menikmati Candi Ratu Boko dengan orang terdekat anda, rasanya lebih syahduuu #tsaaaaah hihihi :D
Sekian pengalaman kami di Candi Ratu Boko, jangan lupaaa tetap stay tunee yaaa karena masih banyak pengalaman-pengalaman dan keseruan-keseruan kami lainnyaaa dan Candi Ratu Boko recomended tempat buat kalian dan dijamin enggak bakal rugi :)


Saturday, June 11, 2016

Obyek Wisata Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta

Di hari berikutnya ini, setelah sebelumnya keliling pantai, kali ini kami berwisata sejarah. Yogyakarta sampai saat ini merupakan salah satu kota tujuan wisata yang paling di minati di Indonesia, dengan menawarkan beraneka ragam aneka tempat wisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah hingga wisata kuliner dan seakan ga bakal habis juga kalo kita membahas mengenai Yogyakarta.

Satu dari sekian banyak tempat wisata sejarah yang ada di Yogyakarta yang sudah terkenal adalah Istana Taman Sari Yogyakarta yang terletak di Jalan Taman, Yogyakarta.Taman sari ini sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta dan hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit dari alun-alun Utara Keraton atau sekitar 15 menit dari tempat hostel kita menginap.

Jika berangkat dari Jalan Malioboro, cukup berkendara menuju ke selatan ke arah Keraton Yogyakarta atau Alun-alun utara Yogya, kemudian ambil yang berada di sebelah barat alun-alun hingga menemukan perempatan pertama lalu belok kiri dan ikuti terus jalan tersebut. 


Pintu Masuk dari Pasar Ngasem
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sekarang, merupakan salah satu cagar budaya di Yogyakarta yang telah menjadi tempat wisata populer di kota ini.

Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari memiliki dua buah pintu gerbang utama, yaitu sebuah Gapuro Agung (yang terdapat di bagian barat) dan Gapuro Panggung (yang terdapat pada bagian Timur), yang saat ini digunakan sebagai pintu masuk utama menuju lokasi kompleks Taman Sari.
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
Selain sebagai tempat bersantai dan berwisata keluarga raja, Taman Sari juga berfungsi sebagai tempat berlindung dengan sistem pertahanan yang unik. Konon katanya, air di taman sari tidak hanya berfungsi untuk memperindah taman, tetapi juga sebagai rahasia untuk melindungi diri dari bahaya. Jika musuh menyerang, Sultan dan keluarganya dapat melarikan diri melalui terowongan bawah tanah. Setelah semuanya berada di tempat aman, gerbang air akan dibuka dan air akan membanjiri musuh hingga tenggelam. Cukup unik bukan? hehehe :D


Taman Sari Yogyakarta


Taman Sari Yogyakarta

Taman sari merupakan bangunan tua bersejarah yang memiliki makna dan nilai yang sangat kaya.Gemericik air, keindahan arsitekturnya yang kuno serta pemandangan yang menakjubkan membuat Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari mempunyai nilai mistik yang sangat kuat. Namun sayang sebagian bangunan sudah mulai rusak dan hanya tersisa bangunan yang masih mampu menggambarkan bentuk bangunan asli dulu

Untuk Jam Buka dan Harga Tiket Masuk :
1. Jam Buka Taman Sari
    Taman Sari Keraton Yogyakarta dibuka mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB
2. Harga Tiket Masuk Taman Sari
    Wisatawan Domestik : Rp 3.000
    Wisatawan Mancanegara : Rp 7.000
    Tour Guide / Pemandu : on nego ( Rp 10.000 - Rp 35.000)
Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta
Oh ya sekedar info, ketika itu kami tidak masuk lewat pintu masuk Taman Sari melainkan melalui Pasar Ngasem, masuk ke dalam dan menemukan sebuah gang yang disebut KP III, belok ke kiri dan jalan kaki sekitar 200 m akan menemukan Pulo Kenongo dan kompleks perumahan dan tidak dipungut biaya hehehe alias gratis :D

Cukup lama kita berkeliling menelusuri bagian demi bagian dari Taman sari ini dan karena hari semakin siang dan semakin panas akhirnya kita memutuskan untuk pergi dari tempat ini dan kami pun mengunjungi Tempo Gelato, berada di daerah Prawirotaman. Di tempat ini tersedia berbagai macam es krim gelato yang sangat menggugah selera. Mulai dari rasa buah-buahan sampai rempah-rempah macam serai juga ada disini. Tempat yang buka dari jam 11.00 - 23.00 WIB ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Untuk harga nya sendiri relatif murah hanya 25.000 rupiah saja loh.. 
Tempo Gelato
Es cream Tempo Gelato
Es cream Tempo Gelato

Lumayan kan?passs banget dari yang jadi panas jadi adem ayem hihihih..Mari di coba buat kalian yang pecinta berat eskrim :D :D


Recent Post