Hari pertama yang begitu panjang sudah di lewati
dengan penuh semangat dan saatnya kita melanjutkan perjalanan di hari kedua,
tujuan kami yaitu Kawah Ijen. Yeaahh kali kini kita akan membahas keindahan
Kawah Ijen yang menyimpan segudang pesona keindahan alam Indonesia dan akan
membuat siapa saja yang melihatnya terpukau. Ok daripada lama-lama kita
langsung mengulasnya.
Kawah Ijen
Kawah Ijen merupakan kawah ter-asam di dunia, dengan
kaldera setinggi 300-500 meter dengan luas mencapai 5.466 hektar. Untuk ukuran
kawahnya sendiri kurang lebih 20 km. Kawah tersebut memiliki kedalaman sekitar
300 meter di bawah dinding kaldera. Tak pernah terbayang kan Indonesia memiliki
pesona alam yang dapat kita banggakan bahkan di mata dunia? Dan khususnya warga
Banyuwangi yang tentunya sangat beruntung bisa tinggal berdekatan di Kawah
Ijen.
Dari segi panorama alam pun kita tidak perlu
khawatir, karena wisata ini memiliki pesona alam yang sangat di indah. Di pagi
hari, kita akan disuguhkan dengan pemandangan sunrise yang sangat menakjubkan.
Sinar matahari pagi yang menyinari kawah akan dipantulkan sehingga kawah
berwarna hijau toska di dasar permukaanya. Namun harus berhati-hati air kawah
yang terlihat secara tenang ternyata berbahaya, kenapa? Karena air belerang
yang di Kawah Ijen memiliki volume air sekitar 200juta meter kubik dan panasnya
bisa mencapai 200 derajat, sehingga bisa dipastikan apabila kita nekat untuk
masuk kesana, bukan cuma pakaian yang meleleh namun diri kita sendiri juga akan
meleleh. Jadi jangan coba coba untuk bermain main mendekati Kawah Ijen yaaa
*lebih sakit lagi jangan mencoba bermain hati hahahahhahaah :D
Sedangkan pada dini hari, Kawah Ijen kembali
menyuguhkan keindahan yang fantastis. Dari cairan belerang yang mengalir tiada
henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru atau istilah
gaholnya blue fire, fenomena ini cuma ada di dunia yang pertama di Islandia dan
yang kedua ada di Indonesia. Wah kereeeeeen kan?
 |
| Selamat datang di Kawah Ijen |
Pukul 01.30 WIB
kita sudah sampai di parkiran Kawah Ijen, cuaca nya begitu dingin. Jaket
dan sarung tangan sepertinya tak mampu menahan dingin yang nembus ke kulit
hihihi. Setelah persiapan senter dan headlamp selesai, kami pun mulai mendaki
yang dimulai sekitar jam 02.00 WIB dari pintu masuk (Paltuding). Medan yang di
trekking sangat berat, karena dari awal menanjak ditambah medannya pasir. Bagi
yang males trekking ada bapak-bapak yang menyewakan roda, kita tinggal duduk di
atas papan kemudian bapak itu narik dari atas. Karena saya ga tega dengan bapak
dan dengan semangat yang tinggi kami memilih berjalan kaki santai. *Ga usah
buru-buru asal selamat aja hehehe :D
 |
| Sunrise Kawah Ijen |
 |
| Sunrise Kawah Ijen |
Nafas udah ngos-ngos an cuma uda setengah jalan pun
kita masih semangat untuk melanjutkan perjalanan dan harus menahan dinginnya
udara pegunungan yang suhunya bisa mencapai 5 derajat celcius, dan kita berhenti di Pos 1 Pondok Bunder untuk beristirahat sebentar.
 |
| Pos Pondok Bunder (2214 mdpl) |
Perjalanan yang panjang tidak akan terasa dengan
suguhan pemandangan yang akan anda lalui selama perjalanan mendaki dan kita pun
bisa melihat bintang-bintang di langit dengan mata terbuka. Hampir 3 jam kita
trekking akhirnya kita sampai di kawasan Kawah Ijen. Apabila kita ingin melihat
blue fire kita pun harus turun ke bawah dengan trekking bebatuan kali ini.
 |
| Trekking menuju Blue Fire |
 |
| Trekking menuju Blue Fire |
 |
| Trekking menuju Blue Fire |
 |
| Trekking menuju Blue Fire |
 |
| Trekking menuju Blue Fire |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Blue Fire |
 |
| Blue Fire with Backpacker |
Tanpa membuang waktu, kami pun turun ke bawah. Harap
berhati hati karena trekking nya lumayan susah dengan melewati batu-batu besar
dan lumayan licin dan disarankan untuk membawa masker yaa karena aroma belerang
yang sangat mencolok sekali. Bisa dipastikan sekali hirup baunya sangat
menyengat hihi. Rintangan dan halangan diterjang demi bertemu dengan blue fire
dan akhirnya kita sampai di area blue fire, terlihat api berwarna biru cantik
dengan mengeluarkan sinarnya. Tak lupa kami mengabadikan foto-foto di sekitar
blue fire, dan semakin pagi blue fire tersebut hilang dan saatnya kita
buru-buru kembali ke atas karena takut bau belerang yang tambah menyengat.
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Kawah Ijen with kesayangan |
 |
| Kawah Ijen |
 |
| Bertemu dengan bule di kawah ijen |
 |
| mencoba menjadi bapak penambang |
 |
| terlihat berat beban yang dibawa oleh bapak penambang |
Sebelum kelupaan, mau kasih info bahwa Kawah Ijen ini merupakan tempat penambangan belerang terbesar di Indonesia dan cara mengolahnya pun masih memakai cara yang sangat tradisional. Lelehan belerang disalurkan melalui pipa yang berasal dari sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas inilah yang dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang yang berwarna kemerah-merahan dan membeku berwarna kuning. Bekuan inilah yang akan diambil oleh pekerja tambang.
Biasanya para penambang belerang melakukan pekerjaanya dengan berjalan kaki, menuruni kaldera sejauh 3 km untuk mengambil belerang dan itu bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, karena mereka harus menggali dengan alat seadanya. Kemudian batu-batu tersebut di pecah dan diletakkan pada keranjang yang mereka pikul, dan mereka bisa memikul batu seberat 100 kg. Hal ini bukan beban yang ringan dan mudah di lakukan . Selain untuk mengantisipasi bau menyengat dari asap belerang mereka menggunakan alat pernapasan seadanya yang digunakan sebagai masker pelindung.
 |
| Pemandangan sekitar Kawah Ijen |
 |
| Pemandangan sekitar Kawah Ijen |
 |
| Pemandangan sekitar Kawah Ijen |
 |
| Pemandangan sekitar Kawah Ijen |
Puas berfoto-foto kami pun kembali turun ke bawah
dan perjalanan trekking turun ke bawah dua jam. Dan pukul 08.00 WIB kami pun
sudah sampe di lokasi parkiran dan langsung masuk ke Elf untuk melanjutkan
perjalanan karena jarak antara Banyuwangi-Surabaya bisa memakan waktu 7jam
*jauuuuh yaaa huhuhu. Pukul 13.00 kami pun sampe warung makan yang sama kayak
hari kemarin *karena enak makanya kita makan di tempat ini untuk kedua kali :D,
selain makan kami pun juga menumpang mandi di warung makan fersebut. Setelah
perut kenyang dan selesai mandi kami pun melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Pukul 19.00 WIB kita sudah sampai di Surabaya dan
karena masih ada waktu sebelum balik ke jakarta, kita menyempatkan untuk
mengunjungi patung Surabaya. Oh ya ternyata Patung Surabaya itu memiliki makna loh yaitu sebuah patung yang merupakan lambang kota Surabaya, dan terletak di depan Kebun Binatang Surabaya. Patung ini terdiri atas dua hewan yang menjadi inspirasi nama kota Surabaya yaitu Ikan Sura dan Buaya *sambil ngangguk-ngangguk baru tau kisah nama kota Surabaya hehehe. Yasudahlahhh cinn, foto duluuu rameeaaaan hehehe dan setelah foto kita langsung menuju ke Stasiun Surabaya Pasar Turi untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Tercintaaaaa, yaitu Jakarta.
 |
| Wefie di Patung Sura dan Baya |
 |
| Foto di Patung Sura dan Baya with Backpacker |
Ini ada sedikit, Tips ketika berwisata di Kawah Ijen :
- Pilih waktu yang tepat (Musim Kemarau), waktu yang baik untuk mengunjungi wisata ini yaitu pada musim kemarau, karena jalan yang dilalui relatif lancar. Berbeda apabila berkunjung pada musim penghujan, karena jalan yang dilalui akan licin dan sering tertutup kabut yang cukup tebal dan apabila anda mau melihat fenomena blue fire harus mendaki sekitar pukul 03.00 WIB dan perkiraan sampai pukul 05.00 WIB
- Siapkan kondisi fisik, siapkan fisik dan perlengkapan untuk trekking secara penuh, namun jangan memaksakan dan berhentilah jika sudah merasa capek.
- Menyewa pemandu lokal, agar tetap aman dan melewati rute perjalanan yang menanjak wajib diperlukan menggunakan jasa pemandu lokal yang ada disana, dan dipastikan kita tidak tersesat.
- Persiapan Perlengkapan Trekking, persiapan pribadi sangatlah penting antara lain seperti air minum, obat-obatan pribadi, sepatu hiking, sarung tangan, jaket, masker.
- Mentaati peraturan yang ada, taatilah peraturan yang ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan disarankan untuk tidak turun ke dinding kawah, demi keselamatan diri sendiri.
Sekian perjalanan panjang dari trip kami selama dua hari ala-ala backpacker dan bisa merasakan sepanjang malam tidur di elf *walaupun badan agak sakit tapi kita tetap semangat. Nantikan tulisan kami selanjutnyaaa ya, see youuuu all :) :)
Rincian Biaya :
1. Tiket Kereta Api PP + Admin = Rp 160.000
2. Sewa Elf 2 Hari = Rp 130.000
3. HTM Madakaripura = Rp 10.000
4. HTM Baluran = Rp 15.000
5. HTM Kawah Ijen = Rp 15.000
6. Tips supir elf 2 hari = Rp 15.000
7. Tips Guide Kawah Ijen = Rp 10.000
8. Biaya Lain-lain (Parkir+Tol) = Rp 10.000
9. Makan 3x = Rp 160.000
Total rincian biaya per orang = Rp 525.000