Latest News

Monday, May 30, 2016

Menikmati keindahan di Pantai Goa Cemara Yogyakarta

Yogyakarta memang terkenal mempunyai banyak sekali tempat wisata, namun tidak usah khawatir jika kehabisan tempat untuk piknik. Karena masih banyak orang mengira bahwa tempat wisata identik dengan pantai, padahal tempat wisata di Yogyakarta sangatlah banyak. Jika membicarakan tentang pantai di Yogya biasanya kita hanya teringat dengan jejeran pantai yang ada di Gunung Kidul yang memang terkenal dengan keindahannya, seperti gugus pantai pasir putih di gunung kidul ataupun pantai dengan beraneka masakan seafood di Pantai depok, bahkan pantai glagah di kulon Progo yang terkenal dengan dermaga, Laguna dan buah naga nya. Meski tidak sebanyak pantai di Gunung Kidul, Bantul tak mau kalah dan punya destinasi wisata pantai yang bisa kunjungi.
Kali ini kita akan menjelajahi wisata pantai di Yogyakarta yang bisa di kata baru atau belum begitu terkenal dan saat ini baru dalam tahap pengembangan, yaitu Pantai Goa Cemara, pantai ini lebih tepatnya berada di barat pantai Parangtritis sekitar 20 km dari pantai tesebut. Kesempatan kali ini kita menggunakan kendaraan bermotor dari semarang, cukup lelah tapi kami selalu semangat untuk menuju tempat-tempat baru.
Perjalanan ke Yogya dari semarang memakan waktu 3jam dan langsung menuju lokasi Pantai Goa Cemara yang terletak di Dusun Patehan, Desa Gandingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Untuk akses ke pantai ini tidaklah sulit karena jalanan full aspal sampai ke bibir pantai.
Selfiee duluuu :D
Wefie dulu :D
Rute menuju ke Pantai Goa Cemara sangatlah mudah, perjalanan dimulai dari kota Yogyakarta menuju kota Bantul sampai di perempatan palbabang, ambil kanan, lampu merah kedua ambil ke kiri, lurus sampai nanti menemukan papan arah menuju pantai Goa Cemara.
Pemandangan ke Pantai Goa Cemara
Pemandangan ke Pantai Goa Cemara
Pemandangan ke Pantai Goa Cemara
Seperti namanya, pantai ini memiliki sebuah lahan luas yang ditumbuhi ribuan pohon cemara. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri, satu pohon dengan pohon lain membentuk semacam lorong yang sangat panjang dan seolah olah tanpa batas.
Seperti kebanyakan pantai di Bantul, pantai ini memiliki pasir hitam ke labuan. Kita bisa melakukan berbagai aktivitas seperti yang biasa dilakukan di pantai pada umumnya. 

Desiran air di Pantai Goa Cemara
Selfie di Pantai Goa Cemara
Selfie di Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Tidak jarang pohon-pohon Cemara tersebut dijadikan tempat untuk berteduh para pengunjung sembari berbincang-bincang alias obrol-obrol santai sejenak bersama keluarga atau sahabat. Bahkan beberapa pengunjung menjadikan Pantai Goa Cemara sebagai latar belakang untuk foto-foto.
Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Wefie di Pantai Goa Cemara
Pantai Goa Cemara
Pantai Goa Cemara
Pantai Goa Cemara
Main ayunan di Pantai Goa Cemara
Main ayunan di Pantai Goa Cemara
Walaupun tergolong pantai yang masih baru, pantai goa Cemara ini sudah ramai pengunjung ketika musim liburan, karena bukan hanya wisatawan dari dalam Yogya saja namun sudah terkenal di wilayah luar jogya. Disarankan untuk datang pada saat musim hujan, karena pohon-pohon Cemara di pinggir pantai akan terlihat lebih rimbun dan lebat ketika musim hujan.
Pantai di Pantai Goa Cemara
Pantai di Pantai Goa Cemara
Pantai di Pantai Goa Cemara
Pantai di Pantai Goa Cemara
Pantai di Pantai Goa Cemara
Sebagai destinasi pantai yang bisa dibilang baru ini tentu saja pasti pantai goa Cemara ini masih berbenah. Untuk fasilitas dasar seperti kamar mandi, mushola dan toilet sudah tersedia dengan bersih dan nyaman. Jangan khawatir jika Anda kelaparan di pantai ini, karena sepanjang bibir pantai goa Cemara terdapat banyak warung makan yang menyediakan beraneka menu makanan bahkan ada masakan wilayah khas Bantul seperti mie lethek *sayang sekali ketika kemarin kita kesana banyak warung warung yang tutup.
Sayangnya di sekitar pantai goa Cemara belum tersedia hotel ataupun penginapan seperti Homestay. Penginapan terdekat di sekita pantai Parangtritis sekitar 30 menit perjalanan, semoga kedepannya bisa di bangun penginapan di pantai ini untuk mempermudah para wisatawan.
Hal yang menarik lainnya dari pantai goa Cemara ini adalah terdapat sebuah mercusuar yang tingginya kurang lebih 40 meter. Namun sayang mercuar ini lagi tahap renovasi jadi kita tidak bisa menaiki mercusuar tersebut. Untuk harga tiketnya relatif murah, hanya membayar 5.000 untuk 1 orang.
Mercusuar di Pantai Goa Cemara
Menapaki hutan menuju Mercusuar

Mengenai  nama Pantai Goa Cemara ini diambil dari suasana di pantai itu sendiri. Pohon Cemara yang tumbuh di pantai ini cukup lebat dan beberapa membentuk terowongan seperti goa. Itulah sebabnya pantai ini dinamakan Pantai Goa Cemara. Cukup menarik kan pantai ini? Yuuk pantai ini recomended jika kalian ingin berliburan sejenak sembari melepas penat dari kehidupan atau pekerjaan sehari-hari. Jangan lupa masih ada keseruan keseruan lainnya dari kami dan masih edisi dengan Yogyakarta lohh..tetap stay tuneeee yaaahh :

Thursday, May 26, 2016

Trip Banyuwangi : Menikmati Kawah Ijen ~ Day 2

Hari pertama yang begitu panjang sudah di lewati dengan penuh semangat dan saatnya kita melanjutkan perjalanan di hari kedua, tujuan kami yaitu Kawah Ijen. Yeaahh kali kini kita akan membahas keindahan Kawah Ijen yang menyimpan segudang pesona keindahan alam Indonesia dan akan membuat siapa saja yang melihatnya terpukau. Ok daripada lama-lama kita langsung mengulasnya.
Kawah Ijen
Kawah Ijen merupakan kawah ter-asam di dunia, dengan kaldera setinggi 300-500 meter dengan luas mencapai 5.466 hektar. Untuk ukuran kawahnya sendiri kurang lebih 20 km. Kawah tersebut memiliki kedalaman sekitar 300 meter di bawah dinding kaldera. Tak pernah terbayang kan Indonesia memiliki pesona alam yang dapat kita banggakan bahkan di mata dunia? Dan khususnya warga Banyuwangi yang tentunya sangat beruntung bisa tinggal berdekatan di Kawah Ijen.
Dari segi panorama alam pun kita tidak perlu khawatir, karena wisata ini memiliki pesona alam yang sangat di indah. Di pagi hari, kita akan disuguhkan dengan pemandangan sunrise yang sangat menakjubkan. Sinar matahari pagi yang menyinari kawah akan dipantulkan sehingga kawah berwarna hijau toska di dasar permukaanya. Namun harus berhati-hati air kawah yang terlihat secara tenang ternyata berbahaya, kenapa? Karena air belerang yang di Kawah Ijen memiliki volume air sekitar 200juta meter kubik dan panasnya bisa mencapai 200 derajat, sehingga bisa dipastikan apabila kita nekat untuk masuk kesana, bukan cuma pakaian yang meleleh namun diri kita sendiri juga akan meleleh. Jadi jangan coba coba untuk bermain main mendekati Kawah Ijen yaaa *lebih sakit lagi jangan mencoba bermain hati hahahahhahaah :D
Sedangkan pada dini hari, Kawah Ijen kembali menyuguhkan keindahan yang fantastis. Dari cairan belerang yang mengalir tiada henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru atau istilah gaholnya blue fire, fenomena ini cuma ada di dunia yang pertama di Islandia dan yang kedua ada di Indonesia. Wah kereeeeeen kan?
Selamat datang di Kawah Ijen
Pukul 01.30 WIB  kita sudah sampai di parkiran Kawah Ijen, cuaca nya begitu dingin. Jaket dan sarung tangan sepertinya tak mampu menahan dingin yang nembus ke kulit hihihi. Setelah persiapan senter dan headlamp selesai, kami pun mulai mendaki yang dimulai sekitar jam 02.00 WIB dari pintu masuk (Paltuding). Medan yang di trekking sangat berat, karena dari awal menanjak ditambah medannya pasir. Bagi yang males trekking ada bapak-bapak yang menyewakan roda, kita tinggal duduk di atas papan kemudian bapak itu narik dari atas. Karena saya ga tega dengan bapak dan dengan semangat yang tinggi kami memilih berjalan kaki santai. *Ga usah buru-buru asal selamat aja hehehe :D
Sunrise Kawah Ijen
Sunrise Kawah Ijen
Nafas udah ngos-ngos an cuma uda setengah jalan pun kita masih semangat untuk melanjutkan perjalanan dan harus menahan dinginnya udara pegunungan yang suhunya bisa mencapai 5 derajat celcius, dan kita berhenti di Pos 1 Pondok Bunder untuk beristirahat sebentar.
Pos Pondok Bunder (2214 mdpl)
Perjalanan yang panjang tidak akan terasa dengan suguhan pemandangan yang akan anda lalui selama perjalanan mendaki dan kita pun bisa melihat bintang-bintang di langit dengan mata terbuka. Hampir 3 jam kita trekking akhirnya kita sampai di kawasan Kawah Ijen. Apabila kita ingin melihat blue fire kita pun harus turun ke bawah dengan trekking bebatuan kali ini.
Trekking menuju Blue Fire
Trekking menuju Blue Fire
Trekking menuju Blue Fire
Trekking menuju Blue Fire
Trekking menuju Blue Fire
Kawah Ijen
Kawah Ijen
Kawah Ijen
Kawah Ijen
Kawah Ijen
Blue Fire
Blue Fire with Backpacker
Tanpa membuang waktu, kami pun turun ke bawah. Harap berhati hati karena trekking nya lumayan susah dengan melewati batu-batu besar dan lumayan licin dan disarankan untuk membawa masker yaa karena aroma belerang yang sangat mencolok sekali. Bisa dipastikan sekali hirup baunya sangat menyengat hihi. Rintangan dan halangan diterjang demi bertemu dengan blue fire dan akhirnya kita sampai di area blue fire, terlihat api berwarna biru cantik dengan mengeluarkan sinarnya. Tak lupa kami mengabadikan foto-foto di sekitar blue fire, dan semakin pagi blue fire tersebut hilang dan saatnya kita buru-buru kembali ke atas karena takut bau belerang yang tambah menyengat.
Kawah Ijen
Kawah Ijen with kesayangan
Kawah Ijen
Bertemu dengan bule di kawah ijen

mencoba menjadi bapak penambang
terlihat berat beban yang dibawa oleh bapak penambang
Sebelum kelupaan, mau kasih info bahwa Kawah Ijen ini merupakan tempat penambangan belerang terbesar di Indonesia dan cara mengolahnya pun masih memakai cara yang sangat tradisional. Lelehan belerang disalurkan melalui pipa yang berasal dari sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas inilah yang dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang yang berwarna kemerah-merahan dan membeku berwarna kuning. Bekuan inilah yang akan diambil oleh pekerja tambang.
Biasanya para penambang belerang melakukan pekerjaanya dengan berjalan kaki, menuruni kaldera sejauh 3 km untuk mengambil belerang dan itu bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, karena mereka harus menggali dengan alat seadanya. Kemudian batu-batu tersebut di pecah dan diletakkan pada keranjang yang mereka pikul, dan mereka bisa memikul batu seberat 100 kg. Hal ini bukan beban yang ringan dan mudah di lakukan . Selain untuk mengantisipasi bau menyengat dari asap belerang mereka menggunakan alat pernapasan seadanya yang digunakan sebagai masker pelindung.
Pemandangan sekitar Kawah Ijen
Pemandangan sekitar Kawah Ijen
Pemandangan sekitar Kawah Ijen
Pemandangan sekitar Kawah Ijen
Puas berfoto-foto kami pun kembali turun ke bawah dan perjalanan trekking turun ke bawah dua jam. Dan pukul 08.00 WIB kami pun sudah sampe di lokasi parkiran dan langsung masuk ke Elf untuk melanjutkan perjalanan karena jarak antara Banyuwangi-Surabaya bisa memakan waktu 7jam *jauuuuh yaaa huhuhu. Pukul 13.00 kami pun sampe warung makan yang sama kayak hari kemarin *karena enak makanya kita makan di tempat ini untuk kedua kali :D, selain makan kami pun juga menumpang mandi di warung makan fersebut. Setelah perut kenyang dan selesai mandi kami pun melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Pukul 19.00 WIB kita sudah sampai di Surabaya dan karena masih ada waktu sebelum balik ke jakarta, kita menyempatkan untuk mengunjungi patung Surabaya. Oh ya ternyata Patung Surabaya itu memiliki makna loh yaitu sebuah patung yang merupakan lambang kota Surabaya, dan terletak di depan Kebun Binatang Surabaya. Patung ini terdiri atas dua hewan yang menjadi inspirasi nama kota Surabaya yaitu Ikan Sura dan Buaya *sambil ngangguk-ngangguk baru tau kisah nama kota Surabaya hehehe. Yasudahlahhh cinn, foto duluuu rameeaaaan hehehe dan setelah foto kita langsung menuju ke Stasiun Surabaya Pasar Turi untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Tercintaaaaa, yaitu Jakarta.
Wefie di Patung Sura dan Baya
Foto di Patung Sura dan Baya with Backpacker
Ini ada sedikit, Tips ketika berwisata di Kawah Ijen :
  1. Pilih waktu yang tepat (Musim Kemarau), waktu yang baik untuk mengunjungi wisata ini yaitu pada musim kemarau, karena jalan yang dilalui relatif lancar. Berbeda apabila berkunjung pada musim penghujan, karena jalan yang dilalui akan licin dan sering tertutup kabut yang cukup tebal dan apabila anda mau melihat fenomena blue fire harus mendaki sekitar pukul 03.00 WIB dan perkiraan sampai pukul 05.00 WIB
  2. Siapkan kondisi fisik, siapkan fisik dan perlengkapan untuk trekking secara penuh, namun jangan memaksakan dan berhentilah jika sudah merasa capek.
  3. Menyewa pemandu lokal, agar tetap aman dan melewati rute perjalanan yang menanjak wajib diperlukan menggunakan jasa pemandu lokal yang ada disana, dan dipastikan kita tidak tersesat.
  4. Persiapan Perlengkapan Trekking, persiapan pribadi sangatlah penting antara lain seperti air minum, obat-obatan pribadi, sepatu hiking, sarung tangan, jaket, masker.
  5. Mentaati peraturan yang ada, taatilah peraturan yang ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan disarankan untuk tidak turun ke dinding kawah, demi keselamatan diri sendiri.
Sekian perjalanan panjang dari trip kami selama dua hari ala-ala backpacker dan bisa merasakan sepanjang malam tidur di elf *walaupun badan agak sakit tapi kita tetap semangat. Nantikan tulisan kami selanjutnyaaa ya, see youuuu all :) :)

Rincian Biaya :

1. Tiket Kereta Api PP + Admin = Rp 160.000
2. Sewa Elf 2 Hari = Rp 130.000
3. HTM Madakaripura = Rp 10.000
4. HTM Baluran = Rp 15.000
5. HTM Kawah Ijen = Rp 15.000
6. Tips supir elf 2 hari = Rp 15.000
7. Tips Guide Kawah Ijen = Rp 10.000
8. Biaya Lain-lain (Parkir+Tol) = Rp 10.000
9. Makan 3x = Rp 160.000
Total rincian biaya per orang = Rp 525.000

Recent Post