Latest News

Friday, January 22, 2016

Camping Ceria di Situgunung Sukabumi


Kali ini kami akan menceritakan pengalaman camping kita yang pertama dan persiapan nya pun ala kadarnya hehehe :D. Banyak sekali lokasi camping di sekitar Sukabumi yang dapat kita jadikan tujuan, salah satunya adalah taman wisata alam Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat. Dengan area camping serta akses yang mudah dijangkau, kawasan yang masuk dalam area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini sangat pas untuk dijadikan pilihan camping.

Taman wisata alam Situ Gunung merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Sukabumi yang terletak di wilayah Kadudampit, sekitar 16KM dari pusat kota Sukabumi. Disini terdapat beberapa blok camping ground yaitu blok Tepus, Kalianda, Harendong, Tegal Arben dan Bagendor. Kita bisa memilih mana saja yang suka. 




Akses ke Situ Gunung

Karena kita bermodalkan backpacker, dan setelah mencari informasi dan tentunya goggling akhirnya kita berangkat ke Sukabumi menggunakan transportasi Bus Parung Indah dari Pasar Jumat Lebak Bulus, harga bisa dijangkau sebesar Rp 30.000 saja per orang. Sekitar 5 jam kita sudah memasuki wilayah Cisaat dan untuk menuju ke Situ Gunung turun di pertigaan Cisaat  dari situ tinggal berjalan kaki menuju Pasar Cisaat dan naik angkot sebesar Rp 12.500 per orang turun di depan pintu masuk Situ Gunung. Menuju kawasan wisata di Sukabumi lebih enak daripada ke puncak. Hampir tanpa macet kecuali di pertigaan atau perempatan. Overall jauh lebih lancar daripada ke puncak.


Welcome Situ Gunung
Peta Situ Gunung

Fasilitas dan akomodasi

Sesampainya di Situ Gunung, kita harus melakukan registrasi. Cukup membayar Rp 16.000/orang namun jika ingin camping ada biaya tambahan sebesar Rp 12.500/orang dan nanti akan ditunjukkan blok camping sebelah mana yang masih kosong, kebetulan kita diarahkan untuk camping di daerah Harendong. Apabila kita tidak membawa persiapan tenda kita bisa menyewa, karena kami membawa tenda dan perlengkapan sendiri jadi kami tidak tau berapa tariff sewanya. Tidak banyak fasilitas yang di dapat, dan terdapat toilet di sekitar area camping groundnya. Emang fasilitas standar namun di kawasan situ gunung ini menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, pohon-pohon yang rindang, rumput yang hijau serta udara yang sejuk lumayan bisa menyegarkan pikiran dan memberikan suasana berbeda bagi kita yang biasa hidup di kota yang penuh hiruk pikuk dengan udara yang sangat panas. Setelah tenda dipasang, kami melanjutkan untuk menelusuri Curug Sawer.


Tenda Camping
Makan Siang ala kadarnya 


Curug Sawer

Curug ini letaknya sekitar 2 km dari pintu masuk kawasan Situ Gunung. Dari pintu masuk kawasan kita berjalan di setapak sekitar 200meter dan setelah itu aksesnya terbilang jauh dan curam, berbatu licin dan berupa jalan setapak yang diapit hutan lebat. Turunan yang curam atau tanjakan yang sangat menguras tenaga untuk melewatinya dan membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk sampai di curug sawer ini.


Jalan menuju Curug Sawer


Jalanan menuju Curug Sawer 
Jalanan menuju Curug Sawer

Berbatu

Pedagang minuman & aksesoris di sekitar Curug
Turunan yang curam atau tanjakan yang menguras tenaga untuk melewatinya, bahkan juga ditemui pohon tumbang. Namun semua akan terbayar dengan keindahan curug sawer yang terlihat masih sangat alami. Derasnya air mengalir menghadirkan suasana baru yang menyegarkan . Selain curug Sawer ada juga curug cimanaracun tapi belum kami kunjungi hehe. 


Curug Sawer

Curug Sawer

Curug Sawer

Curug Sawer
Sungai di bawah Curug
Main air di sungai sekitar curug

Main air di sungai sekitar curug

Main air di sungai sekitar curug
Tak terasa hari semakin larut, karena takut kemalaman akhirnya kami memutuskan untuk pulang dengan menggunakan ojek hehehe. Akses ke Curug yang artinya deras ini bisa melalui dua jalan yaitu akses dari pintu masuk Situ Gunung . Dan akses ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Lalu akses lain melalui sebuah gang atau jalan menuju camping ground/ obyek wisata Cinumpang. Jadi aksesnya sama seperti kita ingin ke Cinumpang. Letak gang atau akses masuknya di sebelah kanan jalan atau sebelum terminal kadudampit atau sebelum kantor polisi. Ada sebuah plang petunjuk arah menuju Cinumpang. Akses yang kedua lebih jauh namun bisa ditempuh dengan ojek . Naik ojek ke curug Sawer lewat akses ini seperti naik roller coaster. Naik turun, sempit, belokan tajam dan banyak jurang. Belum lagi pantat harus kesakitan karena jalanan berbatu. Biaya ojeknya terhitung murah yaitu 50.000 bolak balik. Kami saat itu hanya memakai ojek ketika kembali saja karena menuju Sawer kami berjalan kaki.


Malampun semakin larut, hembusan angin bertiup kencang dan udara di sekitar semakin dingin bak salju hihihi. Setelah membuat makan malam ala kadarnya, kami memutuskan untuk tidur karena besok pagi kami mengunjungi Danau Situ Gunung.


Danau Situ Gunung

Niat awal kami ingin melihat sunrise di danau situ gunung ini, namun karena kesiangan ditambah kami salah jalan untuk menuju situ danau, harusnya dari lokasi camping belok ke kanan namun kami malah belok ke kiri hehehe :D. Walaupun ga mendapat sunrise dipagi ini, kami disuguhkan dengan view pemandangan cantik dari Gunung Gede Pangrango.

Sunrise Gn. Gede Pangrango
Sunrise Gn. Gede Pangrango

Sunrise Gn. Gede Pangrango

Di kawasan wisata alam seluas 100 ha ini terdapat sebuah telaga atau danau yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yaitu telaga atau danau Situ Gunung. Danau Situ Gunung bukan merupakan danau alami. Menurut sejarah, Danau yang luasnya 100 ha ini dibuat oleh Raja Mataram Rangga Jagad Syahadanaatau Mbah Jalun. Letaknya di tengah tengah bukit dan dikelilingi pohon damar. Di tepian danau terdapat beberapa penjual makanan dan cinderamata lalu terdapat perahu yang bisa kita gunakan untuk mengelilingi danau.


Danau Situgunung yang begitu tenang

Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung

Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung
Danau Situ Gunung

Setelah puas untuk foto-foto kami mencoba untuk naik perahu yang ada di sekitar danau, untuk harga
perahu per orang cukup murah sebesar Rp 15.000 per orang dengan waktu setengah jam.


Perahu di danau Situgunung
Perahu Bebek mengelilingi danau

Perahu Bebek mengelilingi danau

Namun belum ada setengah jam, tiba-tiba gerimis datang dan akhirnya kita memutuskan untuk menepi
karena takut hujan semakin deras *maklum persediaan baju tidak banyak :D. Semakin siang Danau Situ Gunung ini semakin dipadatin oleh jumlah pengunjung yang banyak, akhirnya kami foto-foto disekitar danau sebelum memutuskan pulang ke area camping kami.


Selfie di area Danau Situ Gunung
Selfie di area Danau Situ Gunung

Numpang selfie di Tenda orang :D

Area Danau Situ Gunung
Pukul 11.30 kami memutuskan untuk pulang ke area camping dan bersiap-siap packing untuk menuju ke Jakarta karena takut tidak mendapat bus. Untuk angkutan pulang sama dengan awal berangkat tadi, begitu kita keluar dari pintu gerbang masuk Situgunung sudah ada angkot yang ngetem. Begitu kami masuk 5 menit kemudian si angkot berangkat *cuuusss mang dan sekitar 1jam kita sudah sampai di Pasar Cisaat. Dan berjalan sebentar untuk sampai di pertigaan Cisaat dan menyebrang untuk menunggu bis yang menuju arah ke Jakarta. Sempat menunggu lama 45 menit akhirnya bus jurusan Sukabumi-Kampung Rambutan tiba dan kami pun naik bus tsb karena tidak ada pilihan angkutan lagi. Perjalanan memakan waktu sekitar 5jam karena macet dan sampai di Terminal Kampung Rambutan pukul 22.00 dan langsung naik busway jurusan Kampung Rambutan-Grogol dengan transit di halte UKI Cawang.

Yihaaaay..camping ceria di Situgunung Sukabumi sudah berakhir. Nantikan kisah kami selanjutnya yaaaa :D :D


Rincian Cost :

Rincian Cost :
1. Bus Parang Indah (Jur. Lebak Bulus-Sukabumi) = 30.000
2. Angkot Pasar Cisaat-Situgunung   = 12.500
3. Tiket masuk Situgunung = 16.000
4. Kontribusi Camping = 12.500
5. Jajan di Curug Sawer = 26.000
6. Ojek Curug Sawer = 25.000
7. Angkot pulang ke Pasar Cisaat = 10.000
8. Bus Jur. Sukabumi-Kampung Rambutan = 25.000

Total : Rp 156.000 / orang

Monday, January 18, 2016

Explore Malang Day 4: Menikmati Keindahan Pantai di Malang Selatan Part 1

Papan Nama Pantai Batu Bengkung

Setelah puas eksplore Kota Batu kemarin (baca di sini), pagi ini pukul 08.00 pagi kami bergegas untuk check out dari penginapan dan melanjutkan untuk menjelajahi pantai di Malang Selatan tepatnya di sekitar Pantai Sendang Biru *kurang lengkap rasanya kalo gak mengunjungi pantai di daerah Malang Selatan, rasanya seperti hampa nya bak sayur tanpa garam hihihih :D. Dengan berbekal informasi dari gogle dan tentunya nekat karena mengingat jarak antara Batu ke Malang Selatan cukup aduhai jauhnyaa, tak membuat semangat kami pudar *lanjuut teroos gan.
Pertama, kami meminta tolong mas penjaga penginapan untuk mengantarkan kami di halte sekitar indomaret dekat BNS. Setelah itu kami naik angkotan umum jurusan Batu-Landungsari, perjalanan sekitar 45 menit.
Kedua, kami oper angkutan menuju terminal Gadang. Dari terminal landungsari naik angkotan umum jurusan Landungsari-Gadang turun di terminal gadangnya perjalanan sekitar 45 menit.
Ketiga, dari terminal Gadang naik bus mini jurusan Gadang-Turen turun di pertigaan setelah Pasar Turen *kalau bingung bilang sama keneknya mau ke arah sendang biru, perjalanan memakan waktu 1jam. Berhubung udah siang dan belum terlihat angkotan ke arah sendang biru, kami memutuskan untuk makan siang.
Dan yang keempat, setelah selesai makan datanglah angkotan umum ke arah sendang biru *angkotan ini semacam elf gitu dan desak-desak an pastinya huhuhu :(.

Lokasi Pantai Sendang Biru ini lumayan jauh, perjalanan lebih dari 2 jam naik angkot ELF tadi. Setelah 2 jam perjalanan yang melelahkan tersebut, akhirnya kami tiba ditujuan akhir yakni memasuki area pantai sendangbiru. Kami sempat mengalami kebingungan karenakan belum prepare penginapan, karena kami berpikir ini area pantai pasti banyak homestay atau penginapan disekitar pantai. Namun ternyata penginapan disini sangat jarang. Ada satu homestay yang letaknya tepat di depan pantai sendang biru tapi harganya mahal, tidak cocok untuk budget kami yang pas-pasan. Sempat kami mengunjungi sebuah warung yang berada di sebelah homestay pantai sendangbiru dan bertanya penginapan disekitar disini dimana, eh si yang empunya warung menyarankan kami untuk menginap di homestay tadi. Berhubung kami menolaknya, kami pun diberi saran untuk mencoba bertanya ke pemukiman warga yang lokasinya cukup jauh sekitar 500meter. Pada saat kami berjalan untuk menuju ke pemukiman warga tersebut, tiba-tiba ditengah jalan kami dipanggil oleh ibu-ibu disebuah warung. Ibu tersebut bernama Bu Yayuk, beliau menanyakan kepada kami mau kemana. kami pun bilang bahwa sedang mencari homestay yang murah. Ibu tersebut pun menawarkan homestay milik kenalannya, harganya pun lebih terjangkau dari homestay tadi. harga permalamnya 150rb. Tak berpikir panjang kami pun menerima tawaran tersebut. heheee

Dari situ, satu permasalahan sudah teratasi yakni sudah dapat tempat menginap. Nah dari situ timbul permasalahn lain, bagaimana kami mengunjungi lokasi-lokasi pantai di sini? sedangkan di sini angkutan sangat jarang sekali. Kami pun bertanya kepada Bu Yayuk, apakah di sini ada tempat sewa motor? dan beliau bilang di sini tidak ada tempat sewa motor, kalau mau ke pantai bisa naik ojek tapi ongkosnya lumayan mahal. Beruntunglah juga bu yayuk ini menawarkan kepada kami untuk memakai sepeda motornya (mungkin karena merasa kasihan melihat muka kami yang memelas hahahaa). Untuk sewa motor ini kami memberikan 75rb, sebenarnya bu yayuk tidak menyebutkan nominal tapi ya kami tidak enak bila g kasih uang.

Okelah kedua permasalahan tadi akhirnya terselesaikan, lega rasanya. Yah begitulah backpacker, banyak hal yang tak terduga dan harus berani ambil resiko.

Jelajah Pantai di mulai...

Setelah penginapan dan sewa motor sudah di dapat, kami diantar oleh suami bu yayuk menuju lokasi penginapan. Sekitar setengah jam beristirahat di penginapan, kami bergegas segera meluncur menuju pantai. Oh ya sebelumnya, kami sempat ngobrol-ngobrol dengan ibu yayuk menanyakan pantai di sini. Untuk ke pulau sempu harus menggunakan izin konservasi dari BKSDA Jawa Timur. Selain Pulau Sempu, bu yayuk juga memberi info kepada kami bahwa di sekitar sini banyak terdapat pantai yang jaraknya saling bedekatan. Diantaranya: Pantai Batu Bengkung, Pantai Jelangkung, Pantai Bajul Mati, Pantai Goa Cina, Pantai Tiga Warna, Pantai Gatra dan Pantai Clungup. Lokasi pantai-pantai tersebut masih satu jalur/sejajar, jadi kami dapat dengan mudah jelajahi pantai tersebut. Oh ya Pantai-pantai ini berada di Jalur Lintas Selatan (JLS) yang baru dibangun, jadi masih mulus banget aspalnya. Untuk menuju Pantai Batu Bengkung, gunakan petunjuk jalan menuju Pantai Sendang Biru. Kemudian arahkan kendaraan melewati Pantai Goa Cina dan Pantai Bajulmati. Pantai Batu Bengkung berada sekitar 2 kilometer dari Pantai Bajulmati.

1. Pantai Batu Bengkung

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Batu Bengkung. Lokasinya paling jauh diantara
pantai-pantai di sepanjang jalan daerah tersebut. Diberi nama 'Batu Bengkung' karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya dan disebut-sebut menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan. Tiket masuk di area Pantai Batu Bengkung ini cukup murah, hanya Rp 5.000 / orang.
  1. Tiket parkir sepeda motor Rp 5.000 / motor. Jika menginap dibebankan Rp 10.000 / motor.
  2. Pantai Batu Bengkung memiliki toilet air tawar, warung, dan juga parkir kendaraan 24 jam.
  3. Pantai Batu Bengkung memiliki beberapa saung / gubuk yang dapat digunakan untuk tempat berteduh sementara.
Papan Nama Pantai Batu Bengkung
Papan Nama Pantai Batu Bengkung
Jalan Menuju Menuju Bibir Pantai Batu Bengkung
Loket Masuk Pantai Batu Bengkung
Diberi nama 'Batu Bengkung' karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya dan disebut-sebut menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan - See more at: http://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/jawa-timur/eksotisnya-pantai-batu-bengkung-malang-selatan.html#sthash.R2JBa7eK.dpuf
Diberi nama 'Batu Bengkung' karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya dan disebut-sebut menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan - See more at: http://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/jawa-timur/eksotisnya-pantai-batu-bengkung-malang-selatan.html#sthash.R2JBa7eK.dpuf
Diberi nama 'Batu Bengkung' karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya dan disebut-sebut menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan - See more at: http://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/jawa-timur/eksotisnya-pantai-batu-bengkung-malang-selatan.html#sthash.R2JBa7eK.dpuf

Recent Post