Latest News

Tuesday, December 15, 2015

Explore Malang Day 1 : Candi Jago Tumpang, Keindahan Coban Pelangi & Makan Apel Sepuasnya di Kebun Apel

Coban Pelangi

Candi Jago


Halo Sobat Traveler...!!
Cerita traveling kali ini mengenai seputar Malang. Ini sudah kami planning sekitar 3 bulan yang lalu, dengan memilih waktu yang tepat dan menghabiskan sisa cuti. hahaaa. Ya kurang lebih dalam tour kali ini memakan waktu 5 hari.

Coban Pelangi
Petik Apel

Oke langsung saja yuk..
Pada hari Jumat, 27 Nopember 2015 start kami mulai dari stasiun Pasar Senen Jakarta pusat. Jadwal kereta pukul 15.15 wib namun karena entah karena apa sehingga kereta delay hingga pukul 16.30. Perjalanan ke Malang ini butuh waktu sekitar 18 jam. hmm.. panas ini pantat rasanya lama duduk.  Kebetulan kereta yang kami tumpangi ini bersamaan dengan rombongan The Jackmania yang akan melakukan tour Malang (Nonton pertandingan Bola). Suasana kereta penuh sesak dengan para The Jack Mania, mereka saling menyanyikan lagu-lagu persija (istilahnya sih Ngechant).

Sekitar pukul 10.30wib kami tiba di Stasiun Malang. Langsung kami bergabung dengan peserta Trip lainnya yang sudah menunggu di depan stasiun. Oh ya untuk trip pertama ini, kami ikut open trip yang diadakan oleh Malangtrip . Open trip ini sudah satu paket dengan perjalanan ke Bromo.

Perjalanan yang panjang sekitar 18 jam membuat pantat panas dan perut keroncongan, Mampir dululah kami ke Taman Bentoel. Lokasinya tepat berada di seberang jalan depan Stasiun. Tempatnya nyaman, bersih dan pilihan menunya juga bervariasi. Oh ya klo ke Malang rasanya tidak lengkap jika tidak merasakan makanan khasnya yaitu Tahu Telur.. hehehee. Tahu Telur ini hampir mirip seperti gado-gado, enak bingit bro, harga nya juga sangat terjangkau...

Oke lanjut. Perut udah kenyang, saatnya untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi pertama yaitu Candi Jago Tumpang. Lokasi dari stasiun malang tadi cukup jauh, memakan waktu sekitar 30-45 menit.

Papan Nama Candi Jago Malang
Candi Jago Malang
Candi Jago Malang
Menurut sejarah walaupun dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, disebut bahwa Candi Jago selama tahun 1359 M merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Keterkaitan Candi Jago dengan Kerajaan Singasari terlihat juga dari pahatan padma (teratai), yang menjulur ke atas dari bonggolnya, yang menghiasi tatakan arca-arcanya. Motif teratai semacam itu sangat populer pada masa Kerajaan Singasari.

Candi Jago terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tepatnya 22 km ke arah timur dari Kota Malang. Lokasi candi ini cukup ramai didatangi oleh wisatawan lokal.

Oke lanjut. Tidak berlama-lama di lokasi candi jago malang, kami lanjut menuju ke tempat penginapan kami (Home Stay). Penginapan ini sudah menjadi satu paket open trip kami. Home stay yang kami tinggali ini merupakan rumah penduduk yang berada di Poncokusumo Kabupaten Malang. Lokasi nya cukup jauh dari lokasi candi jago tadi.

Satu jam setelah beres-beres di homestay, kami lanjut ke destinasi berikutnya yaitu Coban Pelangi. perjalanan juga lumayan jauh sekitar 30 menit.Coban sendiri artinya adalah air terjun. Coban Pelangi atau air terjun Pelangi, adalah salah satu wilayah konservasi alam di bawah perlindungan perum perhutani berjarak 10 Km dari kecamatan Tumpang dan 32 Km dari kota Malang. Air terjun ini berada d kawasan pegunungan yang terjal dan berliku, dengan kemiringan di atas 45 derajat berada pada 8,0109° LS; 112,8607° BT; 1.299,5 m dpl.

Untuk menuju air terjun, pengunjung akan melewati medan berbukit dengan kemiringan mencapai sekitar 45°. Setelah melewati bukit kurang lebih 15 menit, selebihnya adalah menyusur jalur di atas anak sungai.

Petunjuk Coban Pelangi
Peta Coban Pelangi
Dari pintu gerbang / loket Coban Pelangi, kami harus berjalan kaki kurang lebih 1,5km. Trekingnya cukup santai. Tidak terlalu melelahkan.

Jalur menuju Coban Pelangi

Treking ini membutuhkan waktu 30 menit. Ada beberapa warung yang buka di sepanjang jalur menuju Coban Pelangi ini. Tempat peristirahatan juga tersedia di beberapa titik. Sepanjang jalur menuju coban pelangi ini sungguh luar biasa indah. Pohon-pohon dan suara-suara khas hewan hutan menandakan bahwa lokasi ini masih asri.

Jalur Menuju Coban Pelangi
Jalur menuju Coban Pelangi
Jalur menuju coban pelangi
Setengah jam kami berjalan menyusuri jalur tersebut, akhirnya tujuan kami Coban Pelangi sudah terlihat dari jauh. Nampak terlihat Coban Pelangi ini tinggi sekali dan air nya deras. perlu diketahui bahwa pengunjung tidak boleh menuju bawah air terjun karena sangat berbahaya dengan aliran derasnya air.

Coban Pelangi
Coban Pelangi
Berhubung waktu yang kami punya sangat mepet, kami pun hanya sekitar setangah jam saja berada di lokasi. Sungguh tidak leluasa rasanya, tapi ya gimana lagi namanya juga open trip. heheee. Berbeda rasanya jika kita trip sendiri, bisa menghabiskan waktu berjam-jam di sana. hahaa.

Segeralah kami kembali ke pintu gerbang masuk untuk berkumpul dengan yang lain. Setelah dari Coban Pelangi ini, destinasi selanjutnya adalah Wisata Petik Apel. Lokasinya tidak jauh dari Coban Pelangi, kurang lebih perjalanan 15 menit.

Di kebun apel ini, para pengunjung bisa makan apel sepuasnya. Jenis Apel Manalagi banyak ditanam di sini karena karakter buahnya yang manis. Apabila pengunjung ingin bawa pulang hasil petikan apelnya, cukup bayar 20.000/kg.

Kebun Apel
Kebun Apel
Kebun Apel
Kebun Apel
Kebun Apel
Satu jam puas mengelilingi kebun apel dan makan sepuasnya, kami segera kembali ke kendaraan yang kami tumpangi. Cukup menyenangkan juga. Kami berdua tak lupa membawa 2kg apel untuk dibawa pulang. heheheee. Berdasarkan informasi dari penjaga kebunny, bahwa buah apel ini bisa awet 5 hari setelah dipetik.

Ok Lanjut. Trip hari ini di tutup dengan wisata petik apel. Kembali ke homestay dan bersiap untuk destinasi ke Bromo tengah malam nanti..yeeaahhh.

Sampai di sini tulisan Explore Malang Day 1, nantikan cerita selanjutnya. byeeeee




Saturday, November 21, 2015

Mencicipi Kuliner Legendaris Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Halo Sobat Traveler..
Artikel kali ini akan membahas mengenai kuliner yang sangat terkenal dan sudah lama, bisa dikatakan mungkin sudah jadi Legendaris. Yups artikel kali ini membahas mengenai "Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih".

Dikalangan masyarakat ibu kota Jakarta atau sekitar JABODETABEK, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini sangat terkenal. Entah kapan lokasi kuliner ini berdiri, yang jelas menurut info teman saya bahwa lokasi ini sudah ada sejak ibu teman saya masih remaja. hmm.. berarti sekitar 20thn lebih ya..

Mengapa kami menulis artikel ini? ya karena kami penasaran juga, dari media sosial Path beberapa teman saya sering check in di lokasi tersebut. Saking penasaran tersebut, kami putuskan untuk mencoba menyambangi lokasi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini. Oh ya sekedar informasi aja bahwa Nasi Goreng Kebon Sirih ini memiliki beberapa cabang, nah yang kami akan kunjungi ini adalah lokasi Pusatnya.

Seperti artikel-artikel sebelumnya, kami berangkat dari Grogol. Menaiki busway dari Halte Sumber Waras menuju halte Harmoni untuk transit dan berganti busway jurusan Blok M. Kami turun di halte Bank Indonesia, 2 halte dari Harmoni. Ongkos busway masih 3500. Dari halte BI tersebut kami berjalan menuju Wisma Mandiri. Dari perempatan Wisma Mandiri tersebut kami belok kiri. Dari perempatan tersebut kurang lebih harus berjalan 200meter lagi. Nanti akan melewati perempatan pertama, dari situ jalan lurus aja. Nah nanti akan ada jalan Gang di sebelah Kanan jalan (gang pertama setelah perempatan tadi). Lokasinya tepat di depan gang tersebut (Lupa nama jalannya apa).

Kami berpikir bahwa lokasi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini seperti restoran-restoran pada umumnya yang bersih dan rapi, ternyata Tidak. Jadi lokasi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini sama seperti nasi goreng pada umumnya yang memakai gerobak dan tenda. namun walaupun lokasinya yang tidak jauh seperti nasi goreng pada umumnya, pengunjungnya sangat banyak. Bahkan orang-orang yang membawa mobil juga makan di situ.

Uniknya dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini adalah cara memasaknya. Cara memasaknya cukup unik dimana wajan yang di pakai adalah ukuran jumbo. Begitu juga pada saat masak, mereka memasakanya langsung dalam jumlah porsi yang "menggunung". Mungkin ini yang menjadi keunikan dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih sehingga banyak pengunjung yang penasaran, termasuk kami. hehehe

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Lokasi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Pengunjung Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Selain Nasi Goreng Kambing, ada juga menu lain yang dijual disini antara lain Nasi Goreng ayam, sate kambing, sate ayam, sop kambing dan berbagai jenis minuman. kami langsung memesan saja. Kami mencoba memesan Nasi Goreng Kambing dan Sate Kambing. Untuk pelayanannya cukup singkat, tak menunggu lama sekitar 10 menit pesanan kami sudah diantar.

List Menu

Nasi Goreng Kambing

Sate Kambing
Langsung saja kami santap pesanan kami. Hmm.. untuk rasanya cukup enak sih, ingat cukup enak loh bukan enak banget..hehehe. Rasanya standardlah, terlalu banyak minyak. Bahkan antara nasi goreng di piring saya (doni) dengan nasi goreng yang ada di piring pacar saya (Fani), rasanya berbeda. Bahkan rasa nasi goreng di piring Fani terasa hambar, kurang bumbu. Mungkin karena mereka memasaknya dalam jumlah banyak jadi bumbu tidak merata. hiks sayang sekali. Setelah makan nasi goreng tadi, kami mencoba makan sate kambingnya. Sate kambing disini memakai bumbu kacang, agak aneh memang karena kami terbiasa memakai bumbu kecap. Ternyata benar saja, ketika pertama gigitan rasa sate tersebut kurang nendang. Daging satenya terasa hambar, tidak ada rasa bumbu sama sekali. Ini kemungkinan tidak memakai bumbu pada saat pembakaran, jadi tidak menyerap ke dalam daging. Hiks.

Malam itu kami agak kecewa juga sih ternyata apa yang kami pikirkan ternyata berbeda dengan kenyataan. Kami memberi rating 3 bintang saja.

Oke sampai di sini wisata kuliner kami, untuk pulanngnya, kami tinggal menuju halte busway sesuai arah berangkat tadi.

Rincian Biaya:

Busway PP                   7000/org
Nasi Goreng Kambing   32.000/porsi
Sate Kambing               30.000/setengah porsi(5tusuk)
Es Teh Manis               6.000/org
Total                            75.000/org

Friday, November 13, 2015

Prosedur Perizinan Sebelum Naik Gunung


Mendaki gunung menjadi kegiatan liburan yang menyenangkan. Tapi sebelum mendaki, tentunya ada berbagai prosedur mengurus perizinan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar pendakian berjalan lancar.

Traveler yang ingin mendaki gunung, biasanya diwajibkan mengurus perizinan dengan pihak pengelola. Seperti pihak Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan lain-lain. Semua ini dilakukan agar aktivitas pendakian lebih terkontrol dan mewujudkan keamanan serta kenyamanan para pendaki.Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan reservasi atau pengajuan izin pendakian. Beberapa gunung di Indonesia mentapkan kuota pendaki setiap hari. Jadi jika kuota penuh, tentunya Anda harus memilih hari lain yang masih kosong.

Reservasi bisa dilakukan secara online, telepon, maupun di pintu masuk jalur pendakian. Semua tergantung gunung apa yang akan didaki. Isi formulir dan siapkan KTP atau kartu tanda pengenal lainnya untuk reservasi.

Setelah reservasi, Anda perlu membayar tiket yang besarnya juga berbeda-beda sesuai kebijakan pengelola. Untuk naik Gunung Rinjani misalnya, biayanya sebesar Rp 2.500 untuk wisatawan lokal dan Rp 20.000 untuk wisatawan asing.

Pembayaran tiket ini ada yang dilakukan setelah reservasi, ada juga yang dibayarkan setelah selesai mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Nah, Simaksi ini dibuat setelah pengajuan izin pendakian. Simaksi harus selesai diurus sebelum Anda mendaki. Surat ini bisa diproses langsung di kantor pengelola gunung yang akan Anda daki dan biasanya, kantor ini terletak di sekitar pintu masuk pendakian.

Jangan lupa membawa fotokopi kartu identitas serta formulir yang diisi saat pengajuan izin pendakian. Sebaiknya Anda juga membawa materai. Sebabnya, akan ada surat pernyataan yang membutuhkan materai. Bagi pelajar SMA biasanya ditambah lagi surat izin orangtua.

Anda juga harus melengkapi formulir yang berisi daftar barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah dan mencemari lingkungan. Setelah mendaki memang diharuskan membawa turun sampah yang Anda bawa. Semua ini agar kebersihan kawasan gunung tetap terjaga.

Simaksi yang diperoleh hanya berlaku untuk sekali pendakian. Simaksi serta formulir daftar barang bawaan harus dibawa saat akan mendaki, dan nantinya diserahkan kembali ke petugas di pintu keluar setelah pendakian usai.

Kurang lebih, seperti itulah prosedur perizinan mendaki gunung. Jika semua prosedur telah Anda jalani, pendakian pastinya akan lebih nyaman dan aman. Ayo mendaki!

Thursday, November 12, 2015

Treking santai ke Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya



Papan Nama Kawasan Wisata Galunggung

Pagi hari tepatnya pukul 05.30 wib tanggal 25 Oktober 2015 adalah pertama kalinya kami menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi di Singaparna Tasikmalaya. Ini adalah trip lanjutan kami setelah sebelumnya mampir di Garut mengunjungi kawasan wisata sejarah Cangkuang. Pagi itu kami segera bergegas mempersiapkan diri untuk meluncur ke Gunung Galunggung karena kalau terlalu siang pasti panas beud di sana.

Oke setelah mempersiapkan diri (mandi, dandan dan packing) kami segera check out dari penginapan Wisma Dewi. Seperti yang telah di tuliskan di artikel sebelumnya, lokasi penginapan kami berada persis di depan terminal Singaparna. Kami tinggal jalan kaki saja menuju ke terminal tersebut dan mencari angkot yang menuju Gunung Galunggung. Ongkos menuju ke galunggung 15.000/org(sudah termasuk biaya tiket masuk kawasan wisata Galunggung) karena memang lokasinya cukup jauh dari terminal. Angkot ini nanti akan mengantar sampai pintu gerbang masuk kawasan wisata Galunggung.
Angkot Singaparna - Galunggung

 
Loket / Pintu Gerbang Kawasan Wisata Galunggung
Sampai di pintu gerbang Kawasan Wisata Galunggung ini, kami berganti angkutan. Kali ini berganti ke ojek. Perjalanan naik ojek ini kurang lebih memakan waktu 10-15 menit.Ongkos ojeknya 20ribu/org. Sepanjang jalan menuju Gunung Galunggung mata akan dimanjakan dengan keindahan alam sekitar dengan hijau nya pepohonan di sana. Oh ya tak jauh dari loket pintu masuk kawasan galunggung tadi, ada papan namanya. Yah seperti biasalah kami selfie2 dolo di papan nama tersebut sebagai bukti kalau kami sudah pernah main ke Kawsan Wisata Galunggung. heheheee

Papan Nama Kawasan Wisata Galunggung

Papan Nama Kawasan Wisata Galunggung
 Setelah selfie2, lanjut lagi naik ojeknya ke Gunung Galunggung. Serunya naik ojek, bisa di lihat video diatas. Setelah perjalanan ojek 15 menit, kami tiba di lokasi yang menurut kami itu seperti pos sebelum pendakian menuju puncak/kawah. Dari sinilah perjalanan pendakian dimulai. Ada 2 jalur yang bisa di tempuh untuk menuju Kawah Gunung Galunggung. Yang pertama melalui jalur tangga, ada sekitar 620 anak tangga. biasanya jalur ini di pakai untuk para wisatawan yang hanya sekedar kunjungan saja bukan untuk camping. Jalur kedua melalui jalan setapak. jalur ini biasa digunakan oleh para pendaki untuk menuju kawah gunung galunggung dan melakukan camping. Jarak yang ditempuh di jalur kedua ini sepanjang kurang lebih 750meter dengan medan yang cukup ekstrim. Mengapa ekstrim menurut kami? Karena jalan setapak ini menanjak dengan kemiringan yang lumayan, tanahnya yang berpasir dan samping jalan setapak ini adalah jurang. jadi harus berhati-hati.

Kami sendiri memilih untuk mencoba jalur kedua ini karena lebih menantang. Dan di jalur kedua ini lebih dekat menuju camping ground para pendaki. Perjalanan sendiri cukup lama karena memang jauh. Siapkan fisik kalian kalau ingin mendaki kesini. hehehee. Sepanjang jalan treking ini akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Kami pun tak lupa untuk menyempatkan diri memotret keindahan alam di setiap sudut jalan setapak ini. heheehe

Pos sebelum pendakian Galunggung
Papan nama Kawah Gunung Galunggung

Papan nama Kawah Gunung Galunggung

Jalur 1 tangga menuju kawah gunung galunggung
Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung
Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung
Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung
Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung


Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Jalur 2 jalan setapak menuju kawah gunung galunggung

Sepanjang perjalanan nanti jangan heran pasti akan bertemu dengan para pendaki baik yang baru berangkat mendaki atau yang akan kembali setelah bercamping. Ketika berpapasan, mereka selalu memberi salam sembari memberikan semangat ke kami untuk bisa mencapai lokasi tujuan. Kondisi treking yang licin dan menanjak ini, cukup menguras tenaga kami. Ngosngosan rasanya hahaaa padahal baru setengah jalan... hihihhi. Oke lanjut sampailah kami di puncaknya.. heheee. Tapi tunggu dulu, untuk mencapai kawah dan Camping ground, kami harus menuruni lagi jalur dengan kondisi yang lebih ekstrim.

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Jalur turun menuju Kawah

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak


Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak
Jalur treking turun menuju Kawah ini benar-benar sangat berbahaya/ resiko tinggi. Kondisi kontur tanahnya yang labil (tanah pasir) bisa membuat orang yang lewat bisa terpeleset. Jadi harus berhati-hati.

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Tampak Kawah Gunung Galunggung Dari Puncak

Di puncak dan di sekitar ada beberapa warung yang buka. Tapi ya jangan harap yang mereka jual adalah nasi beserta lauk (warteg), di sini yang pedagang jual adalah makanan instan. Ya sekedar kopi atau mie rebus lah. lebih tepatnya sih emang Warkop bukan Warteg.

Salah satu warung di dekat kawah
Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Warung di kawah gunung galunggung

Kawah Gunung Galunggung

Kawah Gunung Galunggung

 Setelah puas menikmati keindahan kawah dan berhubung kondisi matahari cukup terik, kami bergegas meninggalkan lokasi kawah ini. Untuk jalur kembalinya, tinggal mengikuti jalur berangkat tadi. Kami kembali menuju lokasi pemberhentian ojek tadi. Yup kami menyewa ojek kembali menuju pintu masuk Kawasan Galunggung ongkosnya sama sprti saat berangkat tadi 20ribu/org. Dari pintu masuk tersebut, kami langsung menuju terminal Indihang Tasikmalaya. Angkotnya warna hijau klo gak salah..hehehe.  Ongkos menuju terminal 15ribu/org. Setelah dari kawah galunggung ini, kami akan mencoba melanjutkan perjalanan ke pantai. Sayang klo tidak main ke pantai sekalian. heheee. Kisah trip ke kawah gunung galunggung cukup sampai di sini dulu, nantikan kelanjutan trip kami.

Byeeee

Rincian Biaya Transportasi ke Kawasan Wisata Galunggung

- Angkot Singaparna - Galunggung    15000/org
- Ojek dari pintu masuk kawasan ke post pendakian PP  40000/org
- Angkot dari pintu masuk kawasan ke terminal Indihang Tasikmalaya   15000/org

Total  : 70000/org

Recent Post